Dikutip dari Tabloid NOVA No. 963/XVIII
Bapak Safir Yth.,
Saya dan suami adalah Pegawai Negeri Sipil, tinggal di ibukota. Saat ini kami sedang berencana untuk membeli sebuah mobil keluarga yang sekali waktu bisa dijadikan usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Nah, menurut Pak Safir bagus tidak rencana kami? Kira-kira apa yang harus kami berdua perhatikan sebelum memutuskan hal tersebut ?
Terimakasih.
Jawab:
Ibu Rini yang baik,
Selain itu, pemilihan kendaraan juga mempengaruhi. Cuma, kalau mau murah sih memang kita bisa membeli kendaraan yang bekas saja. Istilah kerennya, second. Tapi, kalau yang second ini, Anda harus benar-benar hati-hati dan jeli memilih kendaraan. Kalau bisa sebaiknya Anda memiliki pihak lain seperti bengkel langganan sebagai bahan acuan ketika Anda memilih kendaraan. Contoh, kalau Anda mau membeli kendaraan second, coba deh ajak orang bengkel langganan Anda untuk ikut sehingga nantinya dia bisa memeriksa mesinnya misalnya apakah masih bagus atau tidak.
Saran saya yang lain adalah, dan ini lebih penting, bahwa dengan adanya pendapatan baru dari usaha tersebut, maka ini bukan berarti Anda akan bisa dengan leluasa menambah pengeluaran. Maksud saya adalah kalau bisa pendapatan dari hasil usaha tersebut selain untuk membiayai operasional, juga harus punya tujuan yang jelas untuk pos-pos pengeluaran Anda di masa depan, misalnya untuk menambah dana pendidikan anak, menambah aset, untuk bisa beli asuransi dan lain sebagainya. Ini penting, lo, Bu. Kenapa? Karena jarang sekali orang yang menjalankan usaha memiliki target dalam penggunaan dana hasil usahanya. Akibatnya, usaha yang dijalankan tidak memberikan hasil apa-apa selain biaya operasionalnya. Itu banyak terjadi di sekitar kita.
Nah, supaya keuangan dari usaha itu tidak cepat hilang, saran saya pisahkanlah hasil usaha Anda dengan pendapatan rutin bulanan Anda. Sehingga dengan demikian akan mudah mengontrol kemana saja hasil usaha tersebut keluar, dan juga agar pengeluaran pribadi tidak mengganggu keuangan usaha Anda. Begitu juga sebaliknya.
Selain itu, gaya hidup atau pola hidup Anda jangan terlalu berubah dengan adanya perubahan pemasukan ini. Contoh, banyak orang yang tidak sadar bahwa meningkatnya penghasilan dia seringkali meningkatkan pula biaya hidupnya. Dan parahnya lagi peningkatan biaya hidup itu melebihi tambahan penghasilan.
Contohnya, karena Anda punya usaha, tiap bulan penghasilan Anda bertambah Rp 500ribu. Seharusnya peningkatan ini bisa jadi tambahan penghasilan buat keluarga Anda. Tapi apa yang terjadi?
Karena ada tambahan penghasilan, Anda tanpa sadar merubah gaya hidup yang mengakibatkan biaya juga bertambah. Misalnya, dari yang tadinya biasa naik bis, tiba-tiba berpindah naik taxi. Bukannya jelek kalau naik taxi, tapi seringkali berpindahnya Anda ke taxi setiap harinya bisa jadi lebih mahal daripada pendapatan tambahan Rp 500ribu per bulan yang Anda dapatkan. Itu yang membuat banyak orang tidak jadi kaya meskipun punya banyak tambahan penghasilan. Itu saja dari saya Bu. Semoga menjawab, ya.
Salam.
Salah satu jenis usaha yang ada dalam pikiran kami adalah membuat transportasi omprengan. Lumayana, sambil berangkat/pulang kerja bisa sekalian dapat pemasukan. Selain itu mobil juga bisa disewakan terbatas untuk kalangan teman kerja maupun tetangga.
Rini - Bekasi
Wah, bagus sekali niat Anda, ingin punya kendaraan yang sekaligus bisa menjadi barang produktif karena dijadikan sarana untuk usaha. Satu hal yang harus diingat dengan ide usaha menyewakan mobil seperti ide Anda, adalah kendaraan tersebut akan jalan tiap hari dan dengan kapasitas yang biasanya juga full. Karena itu perawatan tentunya harus menjadi yang utama. Anda harus siap dengan dana perawatan ekstra.
Safir Senduk
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi