INGIN PUNYA USAHA UNTUK MENUTUPI KREDIT RUMAH
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Pak, saya karyawan swasta dengan penghasilan 3 juta/ bulan. Saya menpunyai kredit rumah 1.7 juta/ bulan selama 10 tahun. Biaya hidup Rp 500 ribu. Reksa Dana Rp. 5 juta. Tabungan Rp 10 juta.

Masalah saya adalah, saya ingin punya usaha yang bisa menutup kredit rumah. Saya baca dari artikel sebelumnya bahwa usaha angkot memberi return 2 juta/ bulan. Apakah ini bisa dilakukan? Dan bagaimana kiat memulai usaha ini? Bagaimana perincian mengenai kredit angkot?

Terima kasih ya Pak, atas jawabannya.

Rendra --- cibubur


Jawaban:

Pak Rendra, senang menerima e-mail dari Anda.
Dengan penghasilan sebesar Rp 3 juta/bulan, sebetulnya kondisi hutang Anda cukup "berbahaya" mengingat cicilan per bulannya bisa lebih dari setengahnya dari penghasilan Anda. Walaupun biaya hidup Anda memang rendah dan cash flow Anda masih memadai untuk membayar cicilan rumah ini, tapi hal ini harus diwaspadai. Karena jika terjadi pengeluaran mendesak pada suatu bulan tertentu, atau terjadi masalah dengan penghasilan, cicilan Anda bisa jadi tidak terbayarkan.

Untuk itu ada dua alternatif yang bisa Anda lakukan. Alternatif pertama, yaitu dengan menambah penghasilan. Salah satu caranya yaitu dengan usaha angkot. Jika Anda memang bisa menjalankannya dengan baik dan sesuai dengan asumsi-asumsi yang diterapkan, maka bukan tidak mungkin untuk memperoleh return sebesar Rp 2 juta per bulan. Namun Anda juga perlu memahami titik kritis dari usaha ini, yaitu perawatan kendaraan dan BBM. Kenaikan BBM ini bisa memperbesar biaya operasional sehingga mempersulit supir untuk bisa memenuhi setoran harian. Untuk mengantisipasi biaya perawatan, Anda perlu mencari supir yang memang bisa dipercaya dan memahami tentang mesin. Memulai usaha angkot bisa dilakukan dengan mencari trayek yang cukup ramai dan mudah diawasi oleh Anda sendiri. Anda bisa berspekulasi dengan membeli angkot rute baru yang izin trayeknya masih terbuka. Atau mencari angkot yang dijual atau yang akan diremajakan untuk izin trayek yang sudah penuh.

Yang menjadi kendala adalah Anda perlu menanggung resiko baru yaitu menambah jumlah cicilan kredit yang harus dibayarkan per bulannya. Memang sih cicilannya bisa ditutup dari setoran angkot. Tapi tentunya tetap ada resiko bahwa angkot tersebut tidak menghasilkan sesuai dengan perkiraan di awal. Selain itu, kondisi keuangan Anda sepertinya kurang memungkinkan untuk mengajukan kredit baru.

Sedangkan alternatif kedua yaitu dengan memperkecil cicilan yang harus dibayarkan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara melakukan pelunasan sebagian yang dipercepat. Misalnya, mengambil dana dari tabungan atau reksa dana dan dibayarkan sekaligus pada bank. Bank selanjutnya akan melakukan perhitungan ulang dan menetapkan cicilan bulanan yang lebih kecil. Karena yang dibayarkan tidak terlalu besar, mungkin cicilannya tidak akan banyak berkurang secara signifikan. Cara lainnya yaitu dengan mencicil lebih besar dari yang seharusnya. Mengingat dana cadangan Anda cukup aman, yaitu sebesar Rp 10 juta. Anda bisa bayarkan cicilan sebesar Rp 2,5 juta atau semua sisa penghasilan setelah dikurangi dengan biaya hidup. Jika hal ini dilakukan selama 2-3 tahun, maka Anda bisa secara signifikan mengurangi cicilan bulanan di tahun ke-4 dan seterusnya.

Hal ini bisa dikatakan lebih aman dilakukan dibandingkan dengan mencicil angkot. Karena jika Anda menambah cicilan untuk angkot, maka pengeluaran bulanan Anda untuk mencicil kredit menjadi sangat tinggi. Dan ini adalah cicilan yang wajib. Apapun yang terjadi, Anda tetap harus membayar cicilan tersebut. Sedangkan jika Anda menambah cicilan secara sukarela seperti pada alternatif kedua, Anda bisa kembali ke cicilan Rp 1,7 juta jika kondisi keuangan sedang tidak mengizinkan, dan membayar berapapun yang Anda mampu untuk cicilan tersebut.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan