MEMANFAATKAN UANG PINJAMAN
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Republika, 23 November 2008

Assalamualaikum wr wb,
Bapak Ahmad Gozali, saya Elvi, seorang guru SD swasta di Jakarta. Saya memerlukan nasihat Bapak untuk kasus yang saya hadapi sekarang.
Kami berencana membeli sebuah rumah, dan mengajukan pinjaman koperasi sebanyak Rp 45.000.000.

Tapi, ternyata karena keputusan yang terburu-buru, kami harus membatalkan pembelian tersebut, karena ada faktor yang menghalangi kami membeli rumah tersebut. Uang dapat dipulangkan kembali sebanyak Rp 40.000.000.

Masalahnya uang tersebut tidak bisa dikembalikan ke koperasi sebelum satu tahun. Dan selama itu kami harus membayar bunga 1% setiap bulan. Sebaiknya uang tersebut diapakan?

Apakah bapak tahu deposito syariah yang bagus? Kami juga membutuhkan informasi tentang asuransi pendidikan untuk putri kami yang baru 1,5 tahun. Apakah Bapak tahu yang kompatibel? Terima kasih banyak sebelumnya. Wassalam.

Elvi, Jakarta

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb

Ibu Elvi, senang sekali menerima e-mail dari Anda. Kalau pinjaman sudah dicairkan, memang terkadang ada konsekuensi di mana dana tersebut tidak bisa langsung dilunasi sebelum jangka waktu tertentu. Mau tidak mau, Anda memang harus mencari alternatif untuk memanfaatkan uang tersebut agar tidak dimakan inflasi, dan kalah oleh bunga pinjaman.

Kalau pilihan Anda adalah deposito syariah, hampir semua bank syariah saat ini menawarkan bagi hasil yang cukup bagus. Namun sayangnya Bu, bagi hasilnya tidak sampai 1% per bulan. Artinya, kalau Anda diamkan saja di deposito, maka bagi hasil deposito yang Anda terima masih kalah oleh bunga pinjaman yang diterapkan oleh koperasi.

Pilihan lainnya pada saat ini adalah menginvestasikannya pada reksadana saham atau bursa saham. Pada saat ini bursa saham sedang sangat buruk sekali kinerjanya karena efek dari gejolak krisis finansial global. Harga saham pada saat ini sedang jatuh dan cenderung di bawah harganya yang wajar. Sehingga sebetulnya saat yang bagus untuk membeli saham sekarang ini, dengan harapan bahwa dalam waktu 1 tahun sahamnya akan naik kembali. Tapi saya perlu ingatkan bahwa investasi ini sangat berisiko, sehingga saya sarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat investasi sebelum melakukan langkah ini.

Atau kalau potongan gaji Anda untuk mencicil pinjaman ini ternyata tidak terlalu masalah untuk Anda. Dalam arti, cashflow Anda tidak terganggu dengan adanya potongan pinjaman, saya rasa tidak ada salahnya lho kalau uangnya Anda manfaatkan saja untuk sesuatu yang produktif dan lebih berisiko. Jadi, teruskan saja perjanjian pinjaman seperti biasa dan tidak perlu mengembalikan dananya.

Dana pinjaman tersebut bisa Anda gunakan untuk membeli saham atau reksadana saham seperti saran di atas, atau dijadikan sebagai modal usaha. Sehingga kalaupun dalam waktu satu tahun ternyata nilai investasi atau usaha Anda belum memberikan keuntungan yang berarti, Anda masih bisa terus bayar cicilan pinjamannya dari gaji saja. Dan, Anda bisa menikmati hasil investasi atau usaha tersebut dalam jangka waktu yang sedikit lebih lama.

Sedangkan untuk pendidikan anak Anda, memang sebaiknya disiapkan sejak dini. Tapi, asuransi pendidikan bukanlah satu-satunya cara kok Bu, masih banyak alternatif lain.

Yang penting, Anda punya dana yang disiapkan khusus untuk pendidikan anak. Untuk saat ini, saya lebih sarankan unit link daripada asuransi pendidikan, karena nilai unit link saat ini sedang rendah seperti halnya bursa saham sehinga diharapkan bisa naik cukup tinggi dalam waktu beberapa tahun ke depan. Sebelum mengambil unit link atau asuransi pendidikan, jangan lupa untuk menghitung terlebih dahulu berapa kebutuhan untuk dana pendidikan anak Anda. Sehingga ketika waktunya tiba, dananya sudah siap sesuai dengan kebutuhan.

Demikian dari saya, jangan sungkan menghubungi kami kembali untuk berdiskusi lebih lanjut.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan