Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Sebelumnya mohon maaf kalau e-mail saya terlalu panjang.
Saya lajang, 23 th. Sekarang masih bekerja di sebuah perusahan swasta kecil di Jogja. Pendapatan juga kecil, sekitar 500 ribu. Saya sangat hemat, tidak suka neko-neko (merokok, minum, dll).
Saat ini, saya bersama 3 teman saya berencana mendirikan usaha warnet dengan sistem patungan. Kami lihat di daerah kami ini belum ada warnet, dan prospek ke depan sangat bagus (dilihat dari massyarakatnya, pendapatan per kapita daerah, jumlah penduduk mahasiswa, dll). Sbg langkah awal, kami menemui teman kami, seorang konsultan & pengusaha. Hasilnya, kami bertiga harus menyediakan dana awal Rp 30 juta (Rp 10 juta/ orang). Bersamaan dengan itu, saya mendapat tawaran bisnis dari seorang teman. Menurutnya, bisnis ini real: 8-10 bulan ke depan sudah bisa balik modal, bahkan untung. Modal yang diperlukan: Rp 13,5 juta. Saya lalu menghubungi teman saya yang bekerja di pelayaran Kanada untuk meminta bantuan uang. Ia bersedia membantu saya (Rp 10 juta), tapi baru 2 bulan lagi ia bisa memberikan uangnya. Padahal, untuk bisnis warnet ini, saya harus sesegera mungkin, minimal 1 bulan ke depan. Karena kalau tidak segera berdiri, akan ada pesaing kami yang akan mendirikan warnet di daerah tersebut.
Pertanyaan saya:
Jaka S.
Mas Jaka,
Selain itu, modal pinjaman dari lembaga keuangan juga tidak saya sarankan karena Anda sudah harus langsung membayar cicilannya begitu pinjamannya cair. Padahal, usaha yang baru dirintis perlu waktu sampai beberapa bulan sampai bisa memiliki penghasilan yang memadai. Jika Anda berpatungan modal dengan yang lain, tentunya pembagian hasilnya baru akan dilakukan setelah untungnya sudah jelas. Sehingga Anda mungkin baru bisa menerima keuntungan setidaknya setelah 1 tahun, padahal cicilannya sudah harus langsung Anda bayarkan.
Alternatif yang dapat saya sarankan adalah dengan menjadi pengelola usaha saja mas Jaka. Anda tidak perlu menyetor modal dalam bentuk uang, namun Anda berkomitmen untuk menjalankan usaha teman-teman Anda. Tentu saja bagi hasil Anda bisa lebih kecil kalau para pemodal lain juga ikut ambil bagian dalam pengelolaan. Tapi ini masih lebih baik daripada Anda membatalkan rencana untuk bisnis hanya karena tidak memiliki modal. Anda juga bisa membuat perjanjian bahwa Anda boleh membeli saham usaha ini belakangan setelah Anda memiliki cukup uang dari hasil usaha ini sendiri.
Sedangkan untuk bahan bacaan dan referensi, pada saat ini ada banyak sekali majalah dan tabloid yang membahas mengenai kewirausahaan dan bisnis kecil. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di agen koran. Atau jika usaha warnetnya sudah jalan, Anda bisa dengan mudah mencarinya di internet dengan biaya yang jauh lebih murah lagi.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Demikian pertanyaan saya, Pak Gozali. Semoga bisa dijawab secepatnya, dan saya sangat berterima kasih sekali. Salam ...
Jawaban:
Langkah yang Anda ambil sudah betul. Yaitu dengan mencari sumber pendanaan pada pemodal pribadi, dalam hal ini yaitu kawan-kawan Anda sendiri.
Karena untuk mendapatkan permodalan dari lembaga keuangan sepertinya akan cukup sulit. Hal ini mengingat usahanya masih baru sedangkan bank hanya mau membiayai usaha yang sudah berjalan dengan baik. Sedangkan jika meminjam uang dengan jaminan tanah pun, maka yang akan dinilai adalah penghasilan Anda sebagai karyawan. Tentunya dengan penghasilan Anda sekarang, tidak besar yang bisa Anda dapatkan dari mereka.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi