Berkenalan dengan
Century 21

Oleh: Safir Senduk

Jakarta, 7 Juni 2002

Sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, saya pernah membaca satu buku yang menurut saya sangat menarik, judulnya Walk Like A Giant, Sell Like A Madman (Berjalan Seperti Raksasa, Menjual Secara Antusias). Buku itu bercerita tentang pengalaman seorang broker properti bernama Ralph R. Roberts, dimana ia membuka kantor broker properti sendiri dengan merk Ralph Roberts & Associates. Disitu, Robert bercerita tentang bagaimana dia bisa menjadi broker properti kondang di Amerika sana. Buku itu sangat berkesan buat saya karena disitu ada banyak trik bisnis yang dia ceritakan. Sejak saat itu, saya selalu mengagumi para broker properti. Karena setiap kali saya melihat sebuah kantor broker properti, saya pasti teringat pada buku tersebut.

Tidak disangka, pada tanggal 5 Juni 2002 lalu, sebuah kantor broker properti kondang asal Amerika, Century 21, lewat kantornya di Indonesia, Century 21 Indonesia, mengundang saya untuk berbicara di depan para Franchise Owner dan Marketing Associate Fine Homes & Estates. Ini betul-betul pengalaman yang luar biasa untuk saya, dimana saya bisa berkenalan dengan mereka yang terjun langsung di profesi broker properti.

Peserta yang datang pada dasarnya hanya dua, yaitu para Franchise Owner (FO), dan Marketing Associate (MA). FO adalah sebutan bagi mereka yang membuka kantor Century 21 dimana mereka harus membayar fee yang besarnya sekitar Rp 100 juta. Setelah itu, mereka bisa membuka kantor dengan namanya sendiri (misalnya: Century 21 Akasia), dan kemudian mereka bisa merekrut para agen penjual dibawah mereka, yang dalam hal ini disebut Marketing Associate (MA).

Cukup menarik sebetulnya berkenalan dengan orang-orang ini, mengingat training kali ini diadakan di depan FO dan MA yang berprestasi tinggi sehingga mereka berhak untuk bisa ikut menjual rumah untuk kalangan menengah atas (fine homes & estates). Prestasi mereka sangat membanggakan, dimana mereka rata-rata berpenghasilan sekitar Rp 1, 2 hingga 3 milyar setahun.

Di acara tersebut, saya diminta bercerita tentang bagaimana mengenal dan memilih investasi yang tepat, dengan penekanan pada investasi properti. Yang paling menarik adalah ketika saya melihat bahwa yang menjadi salah satu peserta adalah Bpk. Thomas, pemilik dari Kantor Century 21 Thomas dan Mitra, yang sebelumnya sudah sering saya lihat kantornya di daerah Pondok Indah. Pak Thomas mengatakan bahwa properti bisa juga dijadikan investasi untuk gengsi. Maklum, pada beberapa profesi, seringkali lokasi tempat tinggal orang yang bersangkutan kadang menentukan reputasi orang tersebut dalam pekerjaannya.

Setelah acara selesai, saya berkenalan dengan Handoko Wingjowargo, Executive Director Century 21 Indonesia. Dengan sangat bersemangat, Pak Handoko bercerita sekilas tentang seluk beluk bisnis jual beli properti, dan bagaimana profesi broker properti cukup punya prospek sebagai salah satu profesi impian di masa depan. Dan itu semakin meyakinkan saya bahwa profesi apapun - termasuk broker properti - bila dijalani dengan baik dan serius, bisa memberikan hasil yang luar biasa.


Safir Senduk


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan