Pertama kali saya mengenal Shahnaz Haque ketika saya mengambil Kursus Bahasa Belanda di Erasmus Huis sekitar tahun 1995. Saya lupa ada berapa semester yang saya ambil, tetapi kalau tidak salah ada sekitar 3 semester. Peserta Kursus waktu itu berasal dari berbagai latar belakang usia dan pekerjaan, dan Shahnaz adalah salah seorang murid disitu. Yang saya lihat, Shahnaz bisa dengan baik menguasai materi pelajaran Bahasa Belanda yang diberikan.
Kali kedua saya bertemu dengannya adalah pada saat Acara Selamat Datang Pagi RCTI sekitar tahun 2001, sebelum akhirnya kita ketemu lagi pada Acara Obrolan Santai Wanita & Investasi yang diadakan oleh Majalah LISA yang disponsori oleh PT Danareksa dan dimoderatori oleh Irwan Ardian, penyiar Radio Indika. Disitu Shahnaz menjadi pembicara tamu bersama saya, sebelum akhirnya ada juga pembicara tamu lain, yaitu seorang Nasabah PT Danareksa.
Bicara tentang investasi untuk wanita, pada dasarnya yang namanya investasi tidak mengenal apakah pembeli produk investasinya adalah pria atau wanita. Yang membedakan sebetulnya adalah karakter yang ada dibaliknya. Sebagai contoh, ketika berinvestasi, wanita memiliki tingkat keberanian mengambil risiko yang lebih rendah daripada pria. Tetapi hal itu makin lama makin berkurang seiring dengan meningkatnya tingkat rata-rata pendidikan wanita jaman sekarang. Jadinya, banyak wanita yang mulai makin luas dalam memilih produk investasi, tetapi tidak melupakan karakter kehati-hatiannya.
Acara diakhiri oleh pemberian sejumlah hadiah dari para sponsor, dan peserta terlihat sangat puas. Termasuk Danareksa sebagai salah satu sponsor utama. Kelihatannya, akan sangat baik apabila Majalah LISA sebagai sebuah Majalah Wanita sering-sering mengadakan acara seperti ini, tidak hanya fokus kepada acara masak dan masak melulu. Wanita kan tidak hanya tertarik pada masak memasak, tapi mereka perlu juga tahu tentang masalah keuangan keluarga. Iya kan?
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Di acara tersebut, Shahnaz menceritakan pengalamannya ketika dikursuskan oleh ibunya waktu kecil. Ibunya waktu itu mengatakan bahwa seorang perempuan harus memiliki keterampilan yang bisa dijual kalau suatu saat kelak ia harus hidup sendiri tanpa suami. Rupanya pengalaman tersebut sangat berkesan buat Shahnaz. Apalagi Irwan Ardian - dengan suaranya yang khas penyiar radio - mampu membawakan acara dengan sangat meriah. Hampir sekitar 100 orang peserta menyimak dengan baik obrolan santai tersebut, dan banyak diantara mereka yang tanpa malu-malu memberikan pertanyaan-pertanyaannya sehingga membuat Kafe Alessandro Nannini Plaza Senayan tempat diadakannya obrolan santai tersebut seperti tidak cukup menampung semua peserta yang datang.

- Irwan Ardian, saya dan Shahnaz Haque
Safir Senduk
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi