Ribut
Soal Penghasilan

Oleh: Safir Senduk

Jakarta, 12 Juni 2002

Pertama kali saya melihat Ratna Listy adalah di sebuah majalah hiburan yang cukup populer di Jakarta. Tetapi, saya baru pertama kali mengenalnya adalah pada saat saya diundang untuk mengisi acara Selamat Datang Pagi pada tanggal 10 Juni 2002. Topiknya kali ini adalah Ribut Soal Penghasilan.

Selain saya dan Ratna Listy sebagai bintang tamu, ada juga Fendy Pradana. Fendy ini sering bermain di film-film laga, karena memang tubuhnya sangat menunjang. Kekar dan berotot. Ceritanya kali ini, Ratna sebagai istri Fendy, datang ke rumah Becky untuk pinjam uang, karena kok sepertinya penghasilan suaminya tidak pernah mencukupi. Disitulah ceritanya mulai mengalir, dimana Fendy mengatakan bahwa orang seperti Ferdy & Becky tidak perlu didatangi untuk pinjam uang, karena Ferdy & Becky sendiri tidak berkecukupan. Kalau mau pinjam uang, kata Fendi, saya sih masih punya banyak simpanan. Ratna yang mendengarnya kaget, karena tidak menyangka bahwa suaminya banyak menyimpan sebagian dari penghasilannya selama ini. Kata Fendi, maklum, itu kan juga untuk biaya kenakalan laki-laki.

Yang saya tidak sangka, Ratna Listy aslinya sendiri ternyata tutur katanya sangat halus dan lembut, beda dengan yang saya pikir sebelumnya, yaitu ceplas-ceplos. Fendy sendiri, sebagai seorang aktor yang profesional, sangat ahli membaca script yang diberikan. Saya sampai sekarang masih suka heran bagaimana para aktor dan aktris yang sering malang melintang di dunia sinetron tersebut cukup sekali saja membaca naskah untuk lalu bisa membawakannya dengan sangat baik di depan kamera, padahal saya sendiri mungkin harus membaca script berulang-ulang untuk bisa memainkan satu adegan saja. Yah, bisa dimaklumi, mereka kan artis profesional yang hidupnya banyak berasal dari akting yang harus membaca script terlebih dahulu.

Bicara soal penghasilan, memang yang namanya penghasilan seringkali dirasa tidak akan pernah cukup. Ada orang yang punya penghasilan Rp 1 juta, merasa tidak cukup. Tapi ada juga orang yang punya penghasilan Rp 15 juta, juga merasa tidak cukup. Jadi yang paling penting bukan berapa besarnya penghasilan, tapi bagaimana kita mengelola penghasilan tersebut dan menyimpannya untuk hal-hal yang kita inginkan di masa depan. Ya kan?


Safir Senduk


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan