'SUPLEMEN' BAGI USAHA KECIL
Oleh: Eko Endarto

 

Dikutip dari Bisnis Indonesia Minggu, 20 Juni 2008

Memiliki usaha mungkin adalah impian sebagian besar orang. Namun, tidak semua yang menjalankannya bisa mengukir sukses. Apabila ditanya apakah modal menjadi faktor utama kesuksesan suatu usaha, saya berani katakan tidak, sebab banyak contoh usaha yang dijalankan atau dimulai dengan modal besar menjadi bangkrut dan gagal dalam perjalanannya. Sebaliknya banyak juga usaha kecil yang dimulai dengan modal tidak seberapa bisa bertahan bahkan terus tumbuh.

Saya tidak akan membahas tentang bagaimana usaha itu bisa terus tumbuh dan berkembang. Akan tetapi saya akan sedikit bercerita tentang pentingnya 'suplemen' atau 'makanan tambahan' agar usaha tersebut bukan sekadar tumbuh, tapi juga kuat, sehat dan berprospek cerah.

Bahasan kita kali ini khusus tentang 'suplemen' bagi usaha kecil yang biasa disebut dengan kredit mikro. Kredit UKM, seperti juga namanya bisa diartikan secara mudah sebagai pinjaman yang khusus dialokasikan bagi usaha kecil dan menengah.

Akhir-akhir ini pihak perbankan sedang rajin-rajinnya menggarap ladang yang berprospek besar ini. Bayangkan dengan begitu besarnya jumlah pengusaha kecil dan menengah yang ada di Indonesia, terbayang sudah berapa besar potensi pendapatan yang bisa didapat oleh perbankan.

Jenis pinjaman yang ditawarkan pada umumnya berupa kredit modal kerja (KMK) atau kredit investasi (KI). Kredit modal kerja biasanya digunakan untuk pembiayaan jangka pendek dan dialokasikan untuk kegiatan operasional usaha. Adapun kredit investasi biasanya dialokasikan untuk jangka waktu yang lebih panjang, dan biasanya digunakan sebagai tambahan modal usaha atau peningkatan aset perusahaan. Kredit investasi ini bisa berupa kredit berjangka atau kredit angsuran berjangka.

KUM Mandiri

Bank terbesar di Tanah Air ini tidak mau tertinggal untuk masuk ke pasar yang memiliki margin besar dan risiko rendah ini. Dengan dukungan jumlah cabang yang cukup banyak dan tersebar di seluruh daerah, Bank Mandiri memberikan alternatif pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah yang cukup lengkap.

Untuk usaha mikro, Bank Mandiri menawarkan empat 'bungkusan' yakni KUM Mandiri yang ditujukan kepada debitor atau peminjam perorangan dengan limit kredit sampai dengan Rp10 juta, KUM Mapan yaitu kredit usaha yang ditujukan kepada peminjam perorangan dengan plafon atau besaran limit kredit lebih besar yaitu mencapai Rp10 juta - Rp50 juta, KUM Kelompok yang ditujukan untuk kelompok usaha tertentu dengan limit mencapai Rp50 juta dan terakhir KUM Prima yaitu pinjaman untuk kelompok dengan limit kredit mencapai Rp50 juta - Rp100 juta.

Persyaratan yang diminta agar bisa mendapatkan fasilitas ini bisa dibilang standar. Tentu saja kelayakan usaha menjadi faktor kunci dan utama yang menjadi perhatian pihak Bank. Maklum, sebagai lembaga penghubung antara pihak yang membutuhkan dan kelebihan dana, kepastian pengembalian dana menjadi fokus utama usaha ini.

Beberapa syarat penting yang sebaiknya diperhatikan adalah adanya surat keterangan yang menyatakan keabsahan usaha si peminjam. Bisa berupa keterangan usaha dari lembaga terkait atau setidaknya dari RT/RW setempat. Juga dimungkinkan bukti kepemilikan kios atau tempat usaha apabila usaha yang akan dibiayai itu adalah usaha dagang.

Untuk usaha yang didirikan atas nama kelompok, jumlah anggota kelompok sebaiknya antara 5 dan 20 orang, usia masing-masing anggota tidak lebih dari 60 tahun. Khusus untuk kredit mikro ini, jangka waktu peminjaman disyaratkan maksimal 36 bulan atau 3 tahun.

Berbeda dengan jenis kredit konsumtif, atau beberapa jenis kredit pembiayaan lain, kredit ini tidak mewajibkan si peminjam harus memiliki pembiayaan pribadi sebagai syarat pengambilan. Jadi kalau kita butuh Rp50 juta, maka sebesar kebutuhan itu pulalah pihak Bank bisa menyediakan.

O ya, karena berhubungan dengan perbankan dan ini bukan kredit program, maka sebaiknya jangan lupakan kewajiban adanya jaminan untuk pinjaman yang akan diambil. Walaupun bukan syarat utama, tetapi tanpa ini, kredit bisa menjadi gagal.

DSP Danamon

Danamon sepertinya menjadi bank swasta yang konsen di kredit kecil dan mikro. Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya kantor-kantor cabang khusus untuk menangani pasar ini. Danamon Simpan Pinjam (DSP) memang dibuat khusus untuk itu.

Dengan lokasi yang benar-benar mendekati pasar-bahkan sebagian besar berlokasi di pasar-Bank Danamon berharap produk yang ada akan lebih dekat ke yang membutuhkan, dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan para pengusaha kecil dan mikro.

Kendala utama yang biasanya dihadapi oleh usaha kecil dalam berhubungan dengan perbankan, dipangkas habis dengan banyaknya kemudahan dalam hal administratif, tanpa menghilangkan prinsip kehati-hatian perbankan.

Bahkan dalam hal kelayakan transaksi yang biasanya ditandai dengan diperlukannya tanda tangan si peminjam, untuk yang satu ini Bank Danamon berani berinovasi dengan memberikan alternatif pengenalan sistem sidik jari untuk memudahkan transaksi.

Beberapa produk pinjaman unggulan mereka antara lain :

# Dana Pinjam 50 yaitu kredit pinjaman dengan nilai limit mencapai Rp50 juta, dan diklaim bisa cair dalam waktu 2 hari kerja, apabila semua syarat terpenuhi.

# Dana Pinjam 200 yaitu kredit dengan nilai limit pinjaman antara Rp50 juta dan Rp500 juta bisa cair dalam waktu 3 hari.

# Dana Talangan yaitu kredit pinjaman jangka pendek dengan limit antara Rp1 juta dan Rp10 juta tanpa agunan.

Dan beberapa produk lainnya.

Dengan syarat yang tidak berbeda dengan syarat kredit usaha lainnya, tentu besaran bunga sebagai kompensasi menjadi pembanding. Untuk itu sebelum memutuskan, mengetahui dengan benar kebutuhan dan syarat yang harus dipenuhi adalah suatu keharusan.

Salam
Eko Endarto
Perencana Keuangan



kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan