STRATEGI BERUTANG BAGI PEBISNIS PEMULA
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Republika, 01 Februari 2009

Assalamualaikum Wr Wb
Pak dalam waktu dekat ini saya ingin sekali pinjam modal dari bank sebesar Rp 10 juta dengan bunga sebulan 1,67 flat. Rencananya uang ini ingin saya gunakan untuk modal butik anak online saya. Bagaimana caranya saya mengembalikan uang dari bank tersebut setiap bulan tanpa harus saya memakai modal yang sudah dipinjamkan. Saya ingin minta trik dari Bapak, balas yah Pak.

Terima kasih,
Febi, Jakarta

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb

Bu Febi, memang sudah seharusnya pinjaman itu dibayarkan dari hasil usahanya, dan bukan dari uang pinjaman itu sendiri. Sebab, kalau pembayarannya menggunakan uang pinjaman itu sendiri, itu tandanya bisnisnya tidak layak untuk diberi pinjaman. Dan biasanya, kita harus berutang lebih besar daripada kebutuhan yang sesungguhnya karena menghitung juga untuk pembayaran cicilan di bulan-bulan awal. Akibatnya, pinjamannya terlalu besar, sehingga cicilannya juga menjadi terlalu besar.

Kalau bisa sih, jangan andalkan modal pinjaman 100% untuk modal usaha yang baru akan dirintis. Sebaiknya kombinasikan juga dengan modal dari kantong Anda sendiri atau pinjaman pihak lain yang tidak berbunga atau memiliki masa tenggang pembayaran. Kalaupun Anda tidak punya sumber pinjaman dari yang lain, usahakan ada penjualan terlebih dahulu sebelum mulai pinjam dari bank.

Caranya? Mudah kok, website Anda sudah online lebih dulu, dan sudah mulai mendisplay 'gambar' barang dagangan Anda tanpa Anda sendiri harus menyetok barang di rumah. Artinya, Anda tidak perlu beli inventory lebih dulu, kan? Atau kalaupun Anda harus siap inventory di awal, cobalah bekerja sama dengan supplier dengan sistem konsinyasi. Jika pesanannya sudah mulai banyak, barulah Anda pinjam dari bank untuk menambah stok inventory.

Kalau Anda sudah mulai mengajukan proposal pinjaman, tentunya Anda sudah mendapatkan berapa cicilan yang harus Anda bayarkan per bulan. Sayang sekali pertanyaan Anda kurang lengkap karena tidak menyertakan jangka waktunya juga sehingga saya tidak bisa menghitungkan berapa cicilannya. Saya asumsikan saja cicilannya sebesar Rp 1juta per bulan untuk jangka waktu 12 bulan.

Nah, jadikan ini sebagai target keuntungan Anda setiap bulan. Anda punya target keuntungan minimal sebesar Rp 1 juta per bulan. Kalau Anda mengambil margin keuntungan sebesar 20%, maka target omzet Anda menjadi Rp 5 juta per bulannya. Ingat lho, ini target minimal hanya untuk mengembalikan pinjaman saja. Kalau Anda ingin menikmati keuntungan untuk diri Anda sendiri, maka Anda harus menambah lagi angka targetnya. Anggap saja Anda mau ambil untung Rp 1 juta juga per bulan, sehingga target omzet Anda harus menjadi Rp 10 juta per bulannya.

Lalu bagaimana mencapai target tersebut? Coba bagi target bulanan menjadi target mingguan, artinya tiap minggu Anda harus menjual Rp 2,5 juta. Kalau rata-rata harga dagangan Anda adalah Rp 50 ribu misalnya, maka Anda harus menjual 50 buah setiap minggu. Kalau rata-rata pelanggan beli 2 buah, maka Anda harus menemukan 25 pelanggan tiap minggu. Dari sinilah Anda mulai membuat rencana marketing Anda, yaitu bagaimana caranya mendapatkan 25 pelanggan tiap minggu?

Anda bisa menawarkan melalui e-mail, milis, blog, ataupun jaringan pertemanan di internet. Buat juga link di situs-situs milik teman-teman Anda yang bisa dilakukan secara gratisan. Dan, manfaatkan jasa mesin pencari untuk memopulerkan website Anda dan membuatnya mudah dicari oleh orang lain. Selamat berbisnis, semoga berhasil.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan