Mbak NN,
Memasuki masa pensiun, dari sudut pandangan
keuangan, memang membutuhkan persiapan khusus. Karena di masa pensiun nanti,
penghasilan dari pekerjaan sudah pasti akan sangat berkurang bahkan tidak
ada lagi, sedangkan pengeluaran dan kebutuhan kadangkala makasih tetap ada.
Apalagi jika anak belum selesai kuliah misalnya, atau mungkin sekedar untuk
biaya hidup orang tua di masa pensiun.
Dengan sisa waktu 7 tahun lagi sebelum pensiun,
tentunya bisa dibilang waktu yang cukup pendek untuk mempersiapkan dana
pensiun. Bayangkan saya, 7 tahun menabung untuk beberapa puluh tahun biaya
hidup sesudah masa pensiun. Untuk itu, jangan hanya mengandalkan surplus
dari gaji bulanan sekarang saja. Dan jangan hanya simpan uangnya, tapi lebih
baik diinvestasikan agar dapat berkembang nilainya.
Strategi ayah Anda untuk memindahkan uangnya
dari deposito ke obligasi sebetulnya cukup baik. Karena bunga obligasi
tentunya bisa lebih tinggi daripada bunga obligasi. Sebagai gambaran saja,
bunga deposito sekarang ini sekitar 4% - 6%, sedangkan obligasi bisa lebih
dari 8% per tahun. Selisih bunganya bisa lebih dari Rp 100 juta dalam waktu
7 tahun. Selain itu, obligasi pun resikonya cukup rendah, apalagi obligasi
yang dikeluarkan oleh negara dimana negara yang bertanggungjawab untuk
melunasi pokoknya dan membayar bunganya.
Saya juga mengerti kekhawatiran Anda karena
belakangan ini banyak investasi penipuan. Oleh karena itu, sangat saya
sarankan agar Anda dan ayah Anda bisa mempelajari berbagai produk investasi
agar bisa paham betul dengan resiko dan potenti keuntungannya. Sebetulnya
sangat kecil sekali kemungkinan tertipu dengan obligasi, kemungkinan rugi
memang ada, tapi kemungkinan penipuan hampir tidak ada. Tentunya selama
obligasi tersebut dibeli di tempat yang resmi seperti bank atau perusahaan
sekuritas yang menjadi agen penjual resmi dari obligasi tersebut.
Dan saran saya, jangan semua dana dipindahkan
kedalam obligasi, karena obligasi punya jangka waktu jatuh tempo yang cukup
panjang. Sebaiknya tetap simpan beberapa puluh juga dalam deposito untuk
mengantisipasi kebutuhan yang sifatnya mendesak.
Salam saya untuk ayah Anda, selamat
mempersiapkan pensiun yang lebih sejahtera.