SEBELUM MERTUA PENSIUN
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Wanita Indonesia No. 940, 2007

 

Mas Gozali,
Umur 58 tahun nanti (7 tahun lagi), ayah saya pensiun. Selama ini ayah mendepositokan uangnya untuk dipakai waktu pensiun nanti. Jumlahnya sekitar 3 ratus juta. Tapi sekarang ayah saya bilang, dia mau ambil depositonya untuk membeli obligasi. Saya kurang setuju.  Saya takut ayah saya ditipu. Menurut mas Gozali bagaimana?
NN. 0817954XXXX


Jawaban:

Mbak NN,
Memasuki masa pensiun, dari sudut pandangan keuangan, memang membutuhkan persiapan khusus. Karena di masa pensiun nanti, penghasilan dari pekerjaan sudah pasti akan sangat berkurang bahkan tidak ada lagi, sedangkan pengeluaran dan kebutuhan kadangkala makasih tetap ada. Apalagi jika anak belum selesai kuliah misalnya, atau mungkin sekedar untuk biaya hidup orang tua di masa pensiun.
 
Dengan sisa waktu 7 tahun lagi sebelum pensiun, tentunya bisa dibilang waktu yang cukup pendek untuk mempersiapkan dana pensiun. Bayangkan saya, 7 tahun menabung untuk beberapa puluh tahun biaya hidup sesudah masa pensiun. Untuk itu, jangan hanya mengandalkan surplus dari gaji bulanan sekarang saja. Dan jangan hanya simpan uangnya, tapi lebih baik diinvestasikan agar dapat berkembang nilainya.
 
Strategi ayah Anda untuk memindahkan uangnya dari deposito ke obligasi sebetulnya cukup baik. Karena bunga obligasi tentunya bisa lebih tinggi daripada bunga obligasi. Sebagai gambaran saja, bunga deposito sekarang ini sekitar 4% - 6%, sedangkan obligasi bisa lebih dari 8% per tahun. Selisih bunganya bisa lebih dari Rp 100 juta dalam waktu 7 tahun. Selain itu, obligasi pun resikonya cukup rendah, apalagi obligasi yang dikeluarkan oleh negara dimana negara yang bertanggungjawab untuk melunasi pokoknya dan membayar bunganya.
 
Saya juga mengerti kekhawatiran Anda karena belakangan ini banyak investasi penipuan. Oleh karena itu, sangat saya sarankan agar Anda dan ayah Anda bisa mempelajari berbagai produk investasi agar bisa paham betul dengan resiko dan potenti keuntungannya. Sebetulnya sangat kecil sekali kemungkinan tertipu dengan obligasi, kemungkinan rugi memang ada, tapi kemungkinan penipuan hampir tidak ada. Tentunya selama obligasi tersebut dibeli di tempat yang resmi seperti bank atau perusahaan sekuritas yang menjadi agen penjual resmi dari obligasi tersebut.
 
Dan saran saya, jangan semua dana dipindahkan kedalam obligasi, karena obligasi punya jangka waktu jatuh tempo yang cukup panjang. Sebaiknya tetap simpan beberapa puluh juga dalam deposito untuk mengantisipasi kebutuhan yang sifatnya mendesak.
 
Salam saya untuk ayah Anda, selamat mempersiapkan pensiun yang lebih sejahtera.

 

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan