PERENCANAAN KEUANGAN MASA DEPAN SANG MAHASISWA
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Januari 2007

Assalamu'alaikum wr wb

Pak Gozali yang baik,
Perkenalkan nama saya Hendri. Saya berumur 20 tahun dan tercatat sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta. Sampai saat ini, uang yang saya peroleh dari kerja paruh waktu, saya gunakan untuk biaya kuliah. Saya berusaha keras untuk menyelesaikan pendidikan saya. Terus terang, saya khawatir dengan masa depan karena saat ini belum punya usaha sendiri, rumah, dan lain-lain. Saya mohon saran Bapak, kira-kira apa yang harus saya lakukan untuk merencanakan masa depan?

Hendri, Yogyakarta


Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb

Hallo, apa kabar Mas Hendri? Senang sekali menerima email dari Anda. Saya salut dengan Anda yang masih berprofesi sebagai mahasiswa tetapi telah berpikir untuk merencanakan masa depan. Bahkan Anda mampu memperoleh uang untuk membiayai kuliah sendiri tanpa tergantung kepada pihak lain.

Saran saya, jangan memandang biaya pendidikan sebagai beban pengeluaran, tetapi jadikan sebagai investasi dalam jangka panjang karena dengan Anda menyelesaikan kuliah kemungkinan bisa menambah 'nilai jual' Anda sehingga bisa memperoleh penghasilan yang lebih tinggi. Khawatir tentang masa depan itu tidak salah, tetapi bukan berarti kekhawatiran tersebut menutup kreativitas kita untuk bergerak maju.

Untuk merencanakan masa depan, Anda harus mempunyai visi yang jelas. Dan ini bisa dimulai dengan menentukan langkah apa yang akan diambil setelah selesai kuliah. Profesi apa yang akan ditekuni di masa depan dengan merintis jenjang karier yang lebih tinggi atau membuka usaha. Tentukan target waktu: kapan selesai kuliah, kapan mulai berkarier atau merintis usaha. Saat penghasilan sudah mengalami peningkatan, usahakan terus menyisihkan sebagian dan diinvestasikan agar tujuan Anda di masa depan bisa tercapai.

Di samping itu, sekarang Anda juga bisa memanfaatkan waktu luang di sela-sela kegiatan bekerja dan kuliah untuk menambah penghasilan sehingga ada kelebihan uang yang akan diinvestasikan. Anda bisa memanfaatkan hobi atau keahlian untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kemudian, penghasilan tambahan itu dapat diinvestasikan sehingga dalam jangka panjang Anda akan dapat mencapai rencana masa depan Anda seperti membuka usaha, membeli rumah, dan lain-lain. Mulailah dari sekarang dan laksanakan secara berkesinambungan. Saya yakin harapan Anda dapat tercapai.

Selamat merencanakan, sukses selalu.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan