Dikutip dari Harian Republika, Mei 2007
Assalamualaikum wr wb
Bapak Gozali yang terhormat,
Dini Larasati, Depok
Waalaikumssalam wr wb
Mbak Dini,
Setelah mengetahui tujuan yang ingin Anda capai, tentukan produk investasi apa yang akan dipergunakan untuk mencapainya. Produk-produk keuangan tersebut antara lain: tabungan, deposito, reksadana, saham, emas, properti dan sebagainya. Pilihlah produk keuangan yang sesuai dengan profil risiko Anda. Apabila Anda seorang yang takut menghadapi risiko keuangan di mana ketika diinvestasikan ada kemungkinan dana Anda akan hilang, maka pilihlah produk investasi yang rendah risikonya seperti tabungan dan deposito dan begitu seterusnya Mbak. Semakin kecil risikonya maka hasil yang diperoleh juga kecil. Demikian pula sebaliknya. Saham adalah produk investasi yang berisiko tinggi karena risiko kehilangan uang yang diinvestasikan pun cukup tinggi. Namun hasil yang diperoleh dari investasi ini pun cukup menjanjikan.
Bagi Anda seorang karyawan, buatlah sebuah dana cadangan yang nilainya 3-6 kali dari pengeluaran Anda setiap bulannya. Hal ini semata-mata dimaksudkan agar jika sewaktu-waktu Anda diberhentikan dari pekerjaan (PHK), maka selama masa-masa mencari pekerjaaan baru (sekitar 2-3 bulan), nah dana inilah yang Anda pergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dana cadangan ini juga bisa dipergunakan untuk persiapan apabila terjadi hal-hal yang sifatnya darurat.
Karena pada saat ini Anda masih sendiri, maka sebaiknya Anda atur pengeluaran per bulan dengan sangat hati-hati. Aturlah pengeluaran berdasarkan prioritas Mbak. Dan untuk menabung, usahakanlah Anda sisihkan dahulu di depan ketika Anda menerima gaji. Besarnya, tentu terserah Anda, yang penting Anda bisa konsisten dalam menabung tiap bulannya.
Demikian semoga bermanfaat. Salam.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Saya karyawati swasta, umur 26 tahun dan belum menikah. Penghasilan per bulan kurang lebih Rp 2 juta. Rencana keuangan seperti apa yang menurut Bapak baik untuk saya (sesuai dengan umur dan status saya yang belum menikah) untuk jangka waktu dua atau tiga tahun ke depan?
Saya sangat membutuhkan nasihat dari Anda, karena saya sangat bingung untuk mengatur keuangan yang tidak jelas pengeluarannya. Terima kasih atas bantuan dan saran yang Bapak berikan.
Jawaban:
Senang mendapatkan e-mail dari Anda dan dengan senang hati saya akan membantu. Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam membuat suatu rencana keuangan. Ibaratnya Anda ingin melakukan perjalanan untuk 2-3 minggu ke depan, tentu Anda membutuhkan tujuan dari perjalanan itu bukan? Nah, begitu juga dalam membuat rencana keuangan. Pertama kali, tetapkanlah terlebih dahulu apa tujuan dari keuangan yang Anda ingin capai, bila perlu tentukan juga target nilai dana yang akan dicapai ketika tujuan keuangan Anda tersebut tercapai. Adapun tujuan keuangan itu di antaranya untuk menikah, mempersiapkan dana pensiun, pendidikan anak, dana untuk menikah, dana untuk berlibur, bahkan hanya untuk mengembangkan dana saja pun merupakan sebuah tujuan keuangan yang akan dicapai.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi