Dikutip dari Harian Republika, Juni 2007
Assalamualaikum wr wb
Pak Gozali Yth,
Perlu Bapak ketahui, kami (saya dan suami) adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan kami ingin berinvestasi atau setidaknya membuka usaha di luar pekerjaan kami (berwirausaha) sehingga kami tidak hanya mengandalkan pemasukan dari gaji bulanan saja. Demikian pertanyaan saya, atas perhatian dan jawaban Bapak kami ucapkan terima kasih.
Fitri, Bandung
Saya salut pada Anda yang ingin mengetahui secara mendalam tentang produk investasi. Salah satu kegagalan orang dalam berinvestasi adalah ketidakpahaman tentang produk investasi beserta karakternya. Maka, langkah bijaksana sebelum berinvestasi adalah mempelajari dan mencari informasi sedetail mungkin sebelum terjun ke salah satu produk untuk mengetahui keunggulan dan kelemahannnya.
Saya jelaskan dulu tentang reksadana. Reksadana adalah produk investasi di mana cara kerjanya adalah kita menyetorkan sejumlah dana kepada manajer investasi yang mengelola reksadana tersebut, kemudian dana kita bersama-sama investor lain akan diinvestasikan pada produk keuangan seperti obligasi, saham, deposito, SBI, dan lain-lain.
Kelebihan berinvestasi di reksadana adalah, risikonya terukur dan tersebar, dikelola oleh manajer investasi yang profesional, diawasi oleh pemerintah (BAPEPAM), tidak membutuhkan dana yang relatif besar, dan mudah dicairkan. Sementara kelemahannya adalah hasil investasi berfluktuasi atau naik-turun mengikuti harga instrumen investasi/efek-nya seperti harga saham dan obligasi. Bagi sebagian orang yang tidak suka risiko, hal ini mungkin kurang nyaman.
Selain reksadana, sebetulnya Anda juga bisa berinvestasi pada unit link. Ini adalah asuransi plus reksadana. Kalau Anda dan suami belum memiliki asuransi jiwa, sekalian saja Anda masuk unit link agar bisa berinvestasi sekaligus melindungi risiko keuangan Anda dan keluarga. Nah, sekarang kita bicara tentang koin emas. Koin emas umumnya ada dua macam, yaitu koin emas murni 24 karat dan koin emas tidak murni seperti mata uang dinar. Ada juga yang menyimpan koin emas koleksi dengan gambar tertentu.
Saran saya, miliki koin emas murni saja kalau memang berniat untuk berinvestasi. Koin emas murni tersedia dalam ukuran 1 gram, 2 gram, 2,5 gram, 5 gram, dan yang terberat adalah 10 gram. Koin emas ini bisa dibeli di toko emas besar atau langsung di Logam Mulia atau PT ANTAM. Koin dinar boleh saja dikoleksi, namun harus disimpan dengan baik agar tidak rusak. Sementara koin emas koleksi sebetulnya mudah ditiru mengingat emas mudah sekali dilebur dan dibentuk sesuai keinginan.
Keuntungan berinvestasi pada koin emas adalah cara membelinya yang mudah dan tidak memerlukan persyaratan tertentu, sifatnya yang likuid dan mudah diperjualbelikan. Selain itu, harganya bisa mengalami kenaikan yang mengimbangi kenaikan harga barang/inflasi. Sementara kekurangannya adalah tidak cocok untuk investasi jangka pendek mengingat kenaikan harganya yang tidak terlampau besar dalam jangka pendek, dan ada risiko kehilangan/kecurian.
Selain koin emas, sebetulnya Anda juga bisa berinvestasi dalam bentuk emas batangan. Kelebihan dan kekurangannya sama saja dengan koin emas. Bedanya, penjualan koin emas masih dikenakan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sehingga sedikit lebih mahal daripada emas batangan. Emas batangan ini tersedia dengan berat 10 gram sampai dengan 1 kilogram.
Oke, itu tadi beberapa alternatif produk investasi yang bisa Anda dan suami ikuti untuk berinvestasi. Yang mana yang paling baik? Tentunya harus disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan keuangan Anda. Demikian, selamat berinvestasi. Jangan segan untuk menghubungi kami kembali bila menghadapi permasalahan yang perlu dipecahkan.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Saya sering mendengar tentang reksadana, juga koin emas. Saya mohon penjelasan dari Bapak, apa sebenarnya reksadana atau koin emas tersebut? Setahu saya, itu adalah salah satu pilihan investasi. Kalau benar, apa kelemahan dan kelebihan kedua model tersebut, dan apakah ada pilihan jenis investasi yang lain yang cukup aman? Apa saja yang perlu kita pertimbangkan dalam memilih jenis investasi yang tepat?
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi