REKSADANA ATAU EURO
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 1007/XVIII

Pak Safir yang baik,
Saya sudah 3 bulan ini berniat menginvestasikan uang yang saya miliki. Namun masih bingung apakah mau pilih reksadana atau menabung dalam bentuk Euro. Saya melihat, perkembangan nilai tukar Euro menurut saya cukup bagus belakangan ini. Hal ini terlihat dari Dollar Amerika dan Yen Jepan semakin melemah terhadap mata uang kita. Mohon sarannya, ya, Pak, agar saya tidak salah dalam menempatkan dana. Terimakasih.

Indri - Jakarta


Jawab:

Mbak Indri, Wah hebat sekali keinginan Anda untuk berinvestasi. Antara reksadana atau valas dalam bentuk Euro dua-duanya memang instrumen yg menjanjikan dalam berinvestasi. Namun, saya sarankan kepada Anda untuk membuat tujuan atau rencana ke depannya atas kegunaan dari dana yang diinvestasikan. Mengapa? Agar ada suatu hal yang ingin dicapai sehingga arah penggunaan dan pemanfaatannya pun tepat.

Sebagai contoh, Anda bingung mau pergi naik mikrolet atau taxi. Anda akan bingung menentukannya jika arah yang ingin dituju tidak ada bukan? Nah, misalnya Anda ingin ke bandara, tentu Anda memilih taxi bukan, karena lebih cepat sampai dan aman. Begitu pula dengan investasi. Anda tentukan dulu tujuannya, baru kita pilih sarananya yg tepat.

Sekarang, apa saja sih tujuan investasi itu? Bisa bermacam-macam, antara lain seperti perencanaan pendidikan anak, mempersiapkan pensiun, ingin pergi haji, punya mobil dan rumah, serta bisa juga hanya ingin mengembangkan dana saja. Nah setelah itu, bagaimana dengan profil risiko Anda, apakah Anda kerap menghindari risiko, atau berani menantang risiko? Keduanya tidak ada yang salah, tapi hal ini untuk menentukan dalam penetapan pengambilan keputusan dalam penggunaan sarana investasi.

Apabila Anda biasanya tidak mau bermain-main dengan risiko maka saran saya pergunakanlah sarana investasi yang aman alias kecil risikonya. Contoh produk investasi berisiko rendah seperti deposito, tabungan, emas, properti, dan reksadana pasar uang atau pendapatan tetap. Apabila Anda lebih tertantang dengan menghadapi risiko maka saya sarankan kepada Anda untuk memilih reksadana saham.

Kembali ke pertanyaan Anda, apabila Anda memiliki rencana untuk pergi ke luar negeri atau menyekolahkan anak keluar negeri, saya sarankan Anda investasi dalam bentuk Euro. Sekitar 60-70 persen saja cukup, lalu sisanya bisa dimasukkan dalam bentuk reksadana atau deposito. Tapi bila memang tidak ada rencana yg berhubungan dengan pemakaian valas Euro, saya kok lebih menganjurkan Anda untuk investasi pada reksadana saja ya. Nah, semoga membantu, ya. Selamat berinvestasi.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan




kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan