Dikutip dari harian Republika, Februari 2006
Saya seorang karyawan dengan gaji Rp 2.500.000 per bulan. Berikut adalah pertanyaan saya:
Olien
Mbak Olien, senang menerima e-mail dari Anda. Berikut ini jawaban saya atas pertanyaan yang Anda ajukan. Tidak ada patokan yang pasti apakah itu tepat atau tidak, karena hal itu akan sangat tergantung juga pada kebiasaan Anda dalam mengelola uang. Jika Anda lebih banyak menggunakan uang tunai sebagai alat belanja, maka satu rekening saja sudah bisa memadai. Namun jika Anda juga banyak menggunakan rekening tadi untuk melakukan transaksi, maka akan lebih baik jika rekening untuk menyimpan uang dan rekening untuk transaksi dipisahkan saja.
Setidaknya milikilah 2-3 rekening yaitu satu rekening untuk menampung penerimaan berupa gaji, satu rekening tabungan yang berasal dari dari bonus dan surplus bulanan, dan satu lagi rekening untuk bertransaksi. Jika hanya 2 rekening saja yang digunakan, maka penerimaan gaji dan transaksi bisa digabungkan. Sedangkan untuk tabungan tetap harus dipisah agar tidak mudah terpakai.
Jika Anda tidak bepergian ke luar negeri, maka hampir semua kartu kredit apapun bisa diterima di merchant mana saja di Indonesia. Kecuali jika Anda memiliki rencana untuk pergi ke luar negeri, maka pertimbangkan dengan baik bank penerbit kartunya karena seringkali kartu kredit dari Indonesia 'diragukan'' oleh merchant di luar negeri. Untuk amannya, Anda bisa gunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank asing yang ada di Indonesia.
Pilihlah kartu kredit sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika kebutuhan Anda adalah untuk berjaga-jaga saja dalam keadaan darurat, maka lebih baik pilih yang iuran tahunannya paling murah. Namun jika dimaksudkan untuk mencicil barang, maka pilih yang paling rendah bunganya. Informasi ini bisa Anda dapatkan ketika mendapatkan penawaran kartu kredit. Tanyakan saja berapa suku bunganya, jangka waktu bebas bunga, dan iuran tahunannya. Lalu pilih yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda.
Kartu kredit adalah alat bayar yang memberikan fasilitas pinjaman jangka pendek pada konsumennya. Jika Anda menggesek kartu tersebut untuk belanja, maka Anda berhutang pada penerbit kartu. Jika hutang tersebut dilunasi sebelum jatuh tempo, maka Anda tidak akan dikenai bunga. Namun jika hutang tersebut hanya dibayar sebagian saja, maka sisa hutangnya akan dikenakan bunga. Begitu seterusnya jika bulan depan masih belum lunas juga maka akan dikenakan lagi bunga yang berbunga.
Beda halnya jika Anda menggesek kartu di ATM untuk mendapatkan uang tunai. Transaksi itu langsung dikenai biaya dan bunga pada hari itu juga. Biasanya bunganya lebih tinggi daripada menggesek untuk membeli barang. Dan bunganya akan terus berbunga kembali jika masih belum juga lunas pada periode berikutnya.
Hobi apapun sebetulnya bisa dikomersilkan dan menjadi sumber pengasilan jika kita jeli melihat peluang dan mau menjalankannya. Dari hobi nonton teve, Anda bisa membuat resensi film, menulis naskah sinetron, naskah acara, atau mungkin ide iklan yang baik yang bisa ditawarkan pada perusahaan periklanan. Sedangkan dari hobi membaca, Anda juga bisa menulis buku karena sudah banyak memahami gaya bahasa dari tiap penulis, atau setidaknya resensi buku yang Anda suka. Koleksi buku Anda bisa disewakan, atau koleksi itu juga bisa dijadikan taman bacaan atau perpustakaan. Masih ada banyak ide usaha lain yang bisa menjadi peluang menambah penghasilan. Demikian dari saya, jangan sungkan menghubungi kami kembali untuk berdiskusi lebih lanjut. Selamat berkreasi...
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Maaf apabila pertanyaan saya terlalu banyak. Best Regards
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi