TEPATKAH PILIHAN REFINANCING?
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Republika, 09 November 2008

Assalamualaikum Pak Ahmad Gozali,
Salam kenal Pak, saya Edi Basuki, kalau boleh saya mau minta advis dari Bapak tentang keadaan keuangan saya, dan bagaimana langkah terbaik agar saya tidak kekurangan uang untuk setiap bulannya. Dalam waktu dekat ini pun saya mau mengambil beberapa langkah untuk 'menutup lubang' dari pinjaman saya.

Keadaannya begini :
Take home pay gaji saya untuk tiap bulan adalah Rp 6.000.000, dan tambahan setiap tahun Rp 5.000.000, sudah punya motor dan rumah.
Pengeluaran saya:

- Membayar KPR Rp1.600.000 + utang bank I Rp.765.000 + utang bank II Rp 962.000 + utang bank III Rp.367.000 + bayar kartu kredit Rp 1.000.000 - Bisa dikurangi sih, cicilannya (saldonya masih Rp 6.000.000-an)
- Bayar pembantu Rp 350.000
- Uang sekolah anak Rp 120.000
- Uang saku + ongkos Rp 200.000 (kantor dan sekolah dekat)
- Dapur: disesuaikan
Dengan keadaan ini, praktis saya tidak dapat menabung.

Rencananya, sama mau refinance di bank dengan pinjaman yang lebih besar untuk menghapus/mengurangi utang pada bank yang lainnya. Pinjaman maksimal Rp 90.000.000.

Saya mohon, bagaimana caranya biar saya tidak kesulitan untuk mengolah keuangan keluarga saya dan mungkin advisnya untuk mencari jalan keluar terbaik.

Terima kasih banyak Bapak atas advisnya, mudah-mudahan kemudahan selalu menyertai Bapak dan kita semua...
Amin...

Edi Basuki

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb

Melihat dari keadaan keuangan Bapak, sepertinya kondisi keuangan Anda sudah tidak lagi sehat, Pak. Setelah dijumlahkan, total cicilan utang yang dimiliki oleh Bapak setiap bulan jumlahnya hampir mendekati Rp 4 juta.

Sebenarnya keadaan ini bisa dianggap tidak sehat untuk keuangan keluarga, karena jumlahnya mendekati 60 persen dari total penghasilan tiap bulan. Padahal total cicilan utang yang masih dianggap sehat/wajar adalah 30 persen-40 persen dari total penghasilan. Batasan ini dibuat tentu saja untuk melindungi keuangan Bapak, terutama masa depan, sehingga Bapak masih bisa melakukan investasi dan menabung.

Untuk mencapai tujuan Bapak yaitu bisa menabung, maka pilihan Bapak untuk melakukan refinancing sudah cukup tepat. Tujuan refinancing yang utama adalah memperkecil cicilan bulanan sehingga masih dalam batas aman, di bawah 40 persen atau kalau bisa di bawah 30 persen.

Tujuan yang kedua, adalah agar beban bunga yang ditanggung bisa diperkecil. Sekarang masalahnya adalah, dengan skema apa refinancing itu dapat dilakukan dengan efektif. Kalau Anda kemudian mengambil kredit baru ke bank dengan plafon maksimal Rp 90 juta, diklarifikasi dulu berapa cicilannya, dan berapa persen bunganya. Kalau cicilannya nanti akan lebih murah daripada cicilan yang sekarang, itu oke. Walaupun mungkin ternyata suku bunga sedikit lebih tinggi, tidak apa-apa kalau cicilannya bisa lebih kecil.

Ingat, tujuan utama adalah mengurangi cicilan dulu. Tapi kalau ada yang bisa lebih kecil cicilan dan lebih kecil bunga, itu akan lebih baik lagi. Saran saya, lebih baik refinancing-nya dengan menggunakan skema KPR.

Hindari skema kredit sejenis KTA yang biasanya bunganya tinggi dan waktunya pendek. Dengan skema KPR, bunganya lebih kecil dari KTA dam KK dan jangka wakutnya pun bisa sangat panjang sehingga cicilannya bisa jauh ditekan. Caranya adalah, dengan mengajukan overkredit dari KPR yang sudah berjalan sekarang ini.

Tentu harus dihitung kembali apakah uang cash yang didapatkan bisa cukup untuk menutupi semua utang KTA dan KK. Satu hal lagi yang paling penting, jangan cuma obati gejalanya. Tapi, obati juga penyebab penyakitnya. Artinya, telusuri dulu apa sebabnya sehingga sekarang ini Anda punya utang yang sangat besar.

Memang betul bank punya bunga tinggi dan terus berbunga sehingga cicilannya jadi besar. Tapi lihat lagi, apa alasannya pertama kali kita berutang sehingga kemudian terjebak dalam lilitan utang yang besar. Sebab, kalau hal ini tidak diselesaikan, maka bukan tidak mungkin masalah ini akan terulang kembali.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan