SUDAH BOOKING FEE TAPI RAGU
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Halo Bapak Gozali, saya 30 th, lagi pusing dan benar-benar merasa dikejar waktu untuk mengambil keputusan yang harus segera bisa diputuskan.

Masalah saya:

  1. Kami (saya dan suami 34th) berencana mengambil perumahaan KPR di daerah Cinere Desa Limo Depok dan sudah booking fee 2 minggu yang lalu. Uang mukanya harus sudah masuk tanggal 5 maret 2005 (2 hari lagi). Sebenarnya kami memutuskan untuk mengambil rumah itu bisa dibilang tergesa-gesa, berhubung kami berdua tidak punya waktu untuk jalan berdua mencari informasi tentang perumahan (suami liburnya Jumat dan saya Sabtu-Minggu), dan informasi rumah itu pun kami dapat dari teman suami. Perumahan itu banyak peminatnya, dari itu kami pun buru melakukan booking tanpa berpikir lebih dulu.

    Yang membuat saya pusing, menurut teman-teman saya rumah yang saya ambil itu terlalu jauh dari kantor saya di daerah Jend. Sudirman, sementara saya hanya menggunakan kendaraan umum. Kantor suami di daerah Ps. Minggu (suami senang dengan rumah itu tapi kalau saya tidak mau dia itddk memaksa), jam kerja saya 9pagi-5sore.

  2. Putra saya satu, usia 3 th, diasuh oleh anak angkat saya usia 15th dan dia masih belum begitu tahu keadaan Jakrta karena baru 1 th di jakarta.

  3. Rencana saya kalau punya rumah saya ingin buka usaha (toko), usaha apa yang cocok untuk saya (sambil kerja kantor)? Saya berjiwa bisnis, dari saya masih SD orang tua saya sudah buka toko obat, alat-alat kebutuhan kantor, sekolah dll (di kampung) dan saya sedikit banyak paham dengan urusan seperti itu, dan saya tertarik ingin juga ikut jejak orang tua saya. Saya memikirkan masa depan anak saya dan tidak mungkin hanya mengandalkan gaji saja.

Sebenarnya saya masih ingin ngobrol banyak dengan Bapak Gozali, untuk sementara sekian dulu. Lebih dan kurangnya saya mohon maaf dan terima kasih banyak atas bantuanya.

Wassalam....
Lestari - Jakarta


Jawaban:

Ibu Lestari, sebelumnya kami harus mohon maaf karena tidak bisa menjawab pertanyaan Anda cepat berhubung dengan banyaknya e-mail konsultasi yang masuk pada kami. Saya harap, apapun keputusan Anda akhirnya tentang pembelian rumah adalah keputusan yang paling baik untuk Anda dan keluarga. Saya akan menjawab pertanyaan lain yang Anda ajukan.

Untuk usaha rumahan, ada beberapa alternatif yang bisa Anda lakukan. Menurut saya, setidaknya ada dua hal yang bisa Anda pertimbangkan. Pertama, yaitu menjadikan rumah Anda sebagai home industry yang memproduksi sesuatu dan dijual ke luar perumahan. Misalanya dibawa oleh Anda dan suami ke kantor, atau dititip di kios di sekitar perumahan atau dalam perjalanan ke kantor. Untuk alternatif ini, biasanya diperlukan keahlian. Yaitu keahlian untuk memproduksi sesuatu. Entah itu kue kering, makanan, pakaian, mainan, dan sebagainya. Nilai keunikan dan kejarangan produk di tempat berjualan menjadi titik kuncinya. Tidak perduli rumah Anda dimana dan bagaimana posisinya, yang penting adalah produknya.

Dan alternatif kedua, usaha yang memang benar-benar dijalankan di rumah Anda. Tentunya lokasi rumah menjadi pertimbangan paling utama dalam hal ini. Jika lokasi rumah Anda cukup strategis untuk para penghuni kompleks perumahan tersebut, Anda bisa mengambil peluang usaha memenuhi kebutuhan warga. Tentunya Anda harus melakukan survey kecil-kecilan di kompleks tersebut. Lihat, usaha apa yang sudah ada dan apa yang belum ada. Biasanya dalam kompleks perumahan dibutuhkan wartel, sembako, agen beras/gas/air, ATK & fotokopi, salon, penjahit, dan lain-lain. Tentunya hal ini harus disesuaikan juga dengan karakteristik penghuni disana, kelas sosial ekonominya, serta selera mereka.

Selamat berusaha...

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan