BINGUNG MENGATUR PROPORSI KEUANGAN
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Republika, 04 Januari 2009

Assalamualaikum Wr Wb
Pak Ghozali yang dahsyat, saya seorang pegawai dan belum menikah dengan penghasilan Rp 3,5 juta per bulan. Saya sudah bekerja kira-kira dua tahun, tapi herannya sampai ini saat tabungan saya belum ada. Artinya, penghasilan saya selalu habis tak karuan entah kemana.Yang saya tanyakan bagaimana sebaiknya saya mengatur penghasilan saya yang minim tersebut? Kira-kira investasi apa yang mungkin saya lakukan? Sebagai informasi tambahan, saya punya rencana menikah empat tahun ke depan. Terima kasih atas bimbingannya.

BH, Jakarta

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb

Mas BH, ada beberapa sebab kenapa seseorang biasanya tidak bisa menabung secara rutin, terlepas dari berapa pun penghasilan yang diperolehnya.Pertama, biasanya karena tidak memiliki tujuan yang jelas. Walaupun bisa menyisihkan uang setiap bulan, tapi sering terpakai untuk keperluan yang lain karena tidak adanya tujuan yang kuat sebagai target.

Hal ini paling sering terjadi pada seseorang yang masih lajang. Belum merasakan akan adanya kebutuhan besar di masa depan, atau belum memiliki visi akan masa depannya dan merasa masih bebas dan terjamin oleh orangtua. Oleh karena itu, keinginan Anda untuk menikah empat tahun lagi bisa dijadikan target keuangan dengan membuat target nominal yang jelas.

Kedua, tidak memiliki prioritas pengeluaran yang baik. Berapa pun penghasilannya tetap akan terasa kecil dan pas-pasan karena tidak jelas mana yang prioritas dan mana yang tidak. Gaji rasanya kurang dan sering habis sebelum waktunya karena mendahulukan keinginan-keinginan yang tidak ada batasnya.

Padahal banyak juga lho orang yang penghasilannya lebih kecil tapi tidak ada masalah untuk bisa menabung dengan rutin. Ketiga, masih menggunakan paradigma menabung yang salah. Menganggap menabung sebagai 'menyisakan uang setiap bulan', padahal yang namanya uang sulit sekali untuk bersisa, ada saja yang mau dibeli. Coba deh mulai sekarang menganggap menabung sebagai 'menyisihkan uang sebelum dipakai untuk keperluan yang lain'.

Setiap kali gajian, langsung sisihkan minimal 10% dari gaji dan sisanya silakan dipakai untuk keperluan yang lain. Tapi untuk seorang lajang, biasanya bisa juga saving sampai 40% dari gaji bulanan.Nah, mulai sekarang coba atur pengeluaran Anda sebagai berikut: setiap kali terima gaji, bersihkan harta dengan membayar zakat. Lalu potong untuk tabungan sebelum dipakai untuk yang lain. Untuk lajang sih bisa dipaksakan sampai 40% dari gaji, asalkan belum punya utang. Nah, sisanya silakan dipakai untuk keperluan biaya hidup yang lain seperti makan, transpor, dan sebagainya. Untuk biaya hidup ini tidak ada patokan pastinya berapa untuk transpor, berapa untuk makanan dan lainnya. Karena kondisi setiap orang tentu sangat berbeda sekali.

Lalu, dikemanakan saving yang 40% tadi? Saran saya sih, Anda tetap harus simpan sekitar Rp 10-15 juta dalam rekening tabungan atau deposito untuk berjaga-jaga terhadap kebutuhan darurat. Kalau tabungan tersebut ada, barulah Anda mulai investasi. Ada berbagai macam produk yang bisa dimanfaatkan, misalnya dengan reksadana, membeli emas batangan, atau mungkin langsung berinvestasi pada bisnis riil.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan