PILIH MANA UNTUK REKSADANA?
Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari Wanita Indonesia No 929, 2007
Mas Gozali,
Saya tertarik dengan reksa dana, tapi bagaimana saya bisa menghubungi perusahaan finance yang bagus, lalu siapa yang menunjuk manajer investasinya? Alamatnya di mana? Terima kasih.
Shally, Depok. 0217024XXXX
Jawaban:
Mbak Shally, bagus kalau Anda sudah
tertarik untuk berinvestasi. Tinggal pelajari berbagai macam sarana yang ada
agar bisa seusai dengan profil Anda.
Sebelumnya perlu saya luruskan dulu istilah-istilah yang berhubungan dengan
reksadana. Reksadana dikeluarkan oleh lembaga keuangan yaitu perusahaan sekuritas
(securities) yang memiliki izin khusus untuk menerbitkan reksadana. Kurang tepat
disebut sebagai perusahaan finance, biasanya istilah ini lebih sering digunakan
untuk lembaga keuangan financing (pembiayaan) seperti leasing, dan sejenisnya.
Tidak semua perusahaan sekuritas bisa mengeluarkan reksa dana, mereka harus
mendapat izin khusus, yaitu izin sebagai Manajer Investasi (MI). Jadi, yang
disebut sebagai Manajer Investasi adalah tim atau bagian dalam perusahaan sekuritas
yang mengelola investasi. Tentunya mereka ditunjuk atau ditentukan oleh perusahaan
itu sendiri. Dan satu perusahaan sekuritas atau MI bisa mengeluarkan berbagai
macam reksadana dengan berbagai macam jenis. Kita sebagai investor hanya bisa
memilih produk reksadananya (merk-nya), dan perusahaan yang mengeluarkannya
(produsen-nya).
Mohon maaf, saya tidak bisa menyebutkan reksadana apapun sebagai rekomendasi.
Tentunya tidak fair dan tidak etis jika saya saya sebutkan rekomendasi secara
terbuka seperti ini. Namun saya berisa berikan Anda beberapa tips untuk memilih
reksadana:
1. Pilih tipe reksadana yang cocok
Ada berbagai macam tipe reksadana dilihat dari portofolio (isi) investasinya. Ada yang cocok untuk jangka panjang, dan ada yang cocok untuk jangka pendek. Sesuaikan jenis reksadana yang dipilih dengan tujuan investasinya. Kalau untuk jangka panjang seperti pensiun, silakan pilih yang jenisnya saham atau campuran. Kalau jangka menengah atau pendek, bisa gunakan jenis pendapatan tetap atau pasar uang. Untuk lebih jelasnya mengenai masalah ini, silakan baca prospektusnya sebelum membeli reksadana, dan kunjungi juga http://www.perencanakeuangan.com/ untuk artikel yang berkaitan dengan hal ini.
2. Pilih reksadana yang aturan mainnya cocok
Yang dimaksud dengan aturan main disini adalah syarat dan ketetuan seperti minimal investasi awal, kemudahan transaksi dan sebagainya. Ada sebagian reksadana yang perlu dana awal minimal puluhan juta, tapi ada juga yang bisa dimulai dengan ratusan ribu saja.
3. Pilih reksadana yang kinerjanya cukup baik selama ini
Kinerja di masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Tapi setidaknya dari sini kita bisa menilai seperti apa "kehebatan" manajer investasi dalam mengelola dana investasi dibandingkan pada reksadana lainnya.
4. Pilih perusahaan MI yang diandalkan
Ada banyak sekali perusahaan MI, selama mereka memiliki izin yang sah, sebetulnya bisa dikatakan aman. Tapi mungkin Anda pernah mendengar beberapa perusahaan mendapat penghargaan, dan ada perusahaan yang mendapatkan sanksi. Ini bisa jadi referensi tambahan dalam memilih reksadana.
Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi