PILAH-PILIH REKSADANA
Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari Republika, 27 April 2008
Assalamualaikum Wr Wb
Mas Gozali,
Saya adalah karyawan swasta berusia 24 tahun. Penghasilan saya per bulan (take
home pay) Rp 5,3 juta. Setelah membaca buku yang ditulis oleh Mas Gozali, muncul
tekad dalam diri saya untuk mulai menata keuangan pribadi saya. Beberapa hari
yang lalu ketika jalan-jalan di mal, saya mendapatkan tawaran untuk membeli
reksadana. Menurut penjelasan mereka, ada yang likuid seperti reksadana pasar
uang dan ada juga yang cocok untuk jangka panjang seperti reksadana campuran
dan reksadana saham. Mohon petunjuknya Mas mana yang sebaiknya saya beli?
O ya, saat ini saya belum
menikah dan saya gunakan 40 persen penghasilan saya untuk KPR dan kartu kredit.
Sedangkan 25 persen untuk kebutuhan saya dan sisanya saya tabung yang sementara
ini didepostio serta untuk modal usaha teman saya di mana saya dapat bagi hasilnya
ekuivalen lima persen dari modal.
Atas penjelasan Mas Gozali, saya ucapkan terima kasih.
Eko Putranto, Tangerang
Jawaban:
Waalaikumussalam Wr Wb
Mas Eko,
Terima kasih atas kiriman e-mail-nya, dan dengan senang hati saya akan memberikan
kepada Anda sedikit gambaran, apa dan ke mana sebaiknya Anda melakukan investasi.
Pada dasarnya investasi adalah mengembangkan dana yang kita miliki yang tentunya dapat memberikan hasil investasi di atas inflasi atau kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok. Itulah mengapa kita harus berinvestasi yang tak lain bertujuan untuk mengejar nilai uang di masa depan yang akan terus naik nilainya.
Apabila Anda mau melakukan investasi, akan lebih baik bagi Anda untuk menetapkan tujuan investasi terlebih dahulu. Tujuan investasi ini yang akan dijadikan goal atau titik akhir yang ingin dicapai sehingga investasi yang Anda lakukan tidak keluar dari jalurnya. Apa sebenarnya tujuan investasi? Banyak sekali Mas, antara lain untuk pendidikan anak, persiapan pensiun, beli mobil bahkan hanya untuk mengoptimalkan dana saja. Nah, dari tujuan investasi tersebut, dilengkapi juga dengan berapa nilai yang akan dicapai. Misalkan tujuan keuangan Anda saat ini karena belum berkeluarga adalah ingin mengoptimalkan dana yang dimiliki saat ini yang pada lima tahun mendatang nilainya menjadi Rp 400 juta. Sekarang bagaimana caranya untuk mencapai nilai tersebut pada lima tahun yang akan datang?
Ada beberapa sarana investasi yang bisa dipergunakan, salah satunya seperti yang ditawarkan kepada Anda yaitu reksadana. Reksadana ini terdiri dari beberapa jenis, mulai dari yang berisiko rendah sampai tertinggi yaitu reksadana pasar uang, terproteksi, pendapatan tetap, campuran, indeks dan saham. Yang membedakan dari masing-masing reksadana tersebut adalah komposisi dari portofolio pembentuk reksadananya. Misalnya reksadana saham. Namanya juga saham, maka mayoritas isinya berupa saham-saham perusahaan yang terbaik dan sisanya berupa deposito atau obligasi. Untuk reksadana campuran, isinya dibagi antara saham dan juga obligasi. Begitu seterusnya disesuaikan dengan namanya saja.
Untuk reksadana yang memiliki risiko tinggi seperti saham dan indeks biasanya juga akan memberikan tingkat hasil investasi yang juga tinggi. Nilainya sih beragam antara 30-60 persen satu tahunnya. Dan ini cocok untuk investasi jangka panjang di atas lima tahun. Jika reksadana pasar uang dan pendapatan tetap cocok untuk investasi jangka pendek, dibawah tiga tahun. Reksdana campuran pantaslah untuk investasi antara 3-5 tahun.
Mana yang cocok untuk Anda? Kalau Anda saat ini belum ada tanggungan dan juga tujuan keuangan yang pasti, daripada uang terpakai ke hal yang kurang bermanfaat, Anda bisa pergunakan reksadana saham atau campuran sebagai sarana investasi. Pertanyaannya sekarang, apakah semua dana yang dimiliki diinvestasikan ke sana? Mmm ... nggak perlu semua deh Mas. Begini saja, karena Anda seorang karyawan maka buatlah dana cadangan yang besarnya kira-kira empat kali pengeluaran Anda sebulan. Lalu masukkan atau simpan dalam bentuk deposito. Gunanya adalah apabila terjadi hal-hal yang mendesak dan memerlukan uang cash segera, maka uang tersebut bisa Anda pergunakan. Sisanya, bisa Anda investasikan ke kedua jenis reksadana tersebut.
Besarannya 50:50 atau 60:40
atau 70:30 untuk reksadana saham:reksadana campuran. Dengan jangka waktu menengah
panjang tersebut, apabila terjadi penurunan nilai di tengah tahun masih ada
kesempatan untuk kembali naik mencapai hasil optimal dari investasi Anda tersebut.
O ya, saat ini juga sudah ada kok reksadana yang berbasis syariah. Jadi kalau
Anda ingin hasil investasi yang bebas riba, instrumen keuangan ini bisa Anda
gunakan.
Mas Eko, semoga penjelasan saya bermanfaat. Jika masih ada yang ingin ditanyakan jangan sungkan untuk menghubungi saya kembali.
Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi