Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Pak Gozali yang terhormat, saya baru mendirikan usaha penggilingan padi di daerah dan dikelola oleh orang yang saya percayai. Untuk sementara ini, hasil belum terlihat, karena belum genap satu bulan beroperasi. Karyawan saya ada 3 orang, ditambah dengan satu orang yang saya percayai, yaitu saudara kandung istri saya. Di samping penggilingan, rencananya bulan depan saya mau mendirikan usaha peternakan ayam pedaging dengan ikut program kemitraan.
Yang ingin saya tanyakan:
Ariev --- jakarta
Pak Ariev, salut untuk Anda, tidak segan-segan memulai usaha baru dan memberikan lapangan pekerjaan baru untuk saudara-saudara kita di daerah. Dan bukan cuma satu ternyata, tapi sekaligus dua usaha dijalankan.
Mohon maaf sebelumnya, saya rasa akan lebih tepat jika pertanyaan Anda yang pertama dan kedua dijawab oleh konsultan bisnis yang bisa menjawabnya dengan lebih mendalam lagi. Untuk pertanyaan yang ketiga, berikut jawaban saya untuk Anda:
Untuk pengaturan uang, akan lebih baik jika hal itu bisa dilakukan oleh orang yang berbeda. Untuk menangani pembukuan dan kebijakannya, memang bisa saja disatukan ditangani oleh satu orang saja. Tapi untuk fungsi kasir, menerima dan mengeluarkan uang, sebaiknya dipisahkan saja pak. Karena akan kita bisa kesulitan untuk mengontrolnya jika tidak ditunjuk siapa yang akan menangani secara khusus uang masuk dan uang keluar.
Misalnya, saudara ipar Anda sehari-hari berada di penggilingan padi. Dia bisa saja mengontrol penggilingan padi dan peternakan ayam sekaligus. Tapi untuk mengawasi transaksi jual beli di peternakan ayam tersebut, harus ada orang yang juga bisa dipercaya memegang kas dari penjualan yang dilakukan. Memang bisa lain ceritanya jika semua pembelian dan penjualan tidak melibatkan uang tunai, maka bisa peran kasir tidak diperlukan lagi di peternakan ayam. Misalnya semua pembelian makanan, vitamin dan sebagainya dipesan sebelumnya dan dibayar belakangan. Dan penjualan pun tidak melibatkan uang tunai sekaligus, tapi barang didrop secara rutin dan penagihan juga dilakukan secara rutin.
Sekarang menangani pengawasan oleh Anda sendiri, untuk masa-masa awal berjalannya usaha, saya sangat sarankan agar Anda bisa sesering mungkin melakukan pengawasan. Anda bisa menelponnya setiap pagi dan sore untuk mengecek penjualan dan sebagainya. Sementara untuk mengecek pembukuannya sendiri bisa dilakukan setidaknya satu bulan sekali. Penting sekali untuk mengingatkan saudara ipar Anda agar melakukan pembukuan dengan tertib dan berkelanjutan, bukan ketika hanya akan diperiksa saja. Maka sekali-kali Anda bisa melakukan inspeksi mendadak dan melihat pembukuannya. Hanya untuk memastikan saja apakah pembukuan itu dibuat secara harian atau tidak.
Jika Anda sudah bisa melihat bahwa pembukuannya berjalan lancar dan manajemennya pun bisa dilepas, maka Anda bisa sedikit melonggarkan pemeriksaan pembukuan menjadi 3 bulanan atau tahunan saja. Tentunya ini juga harus disosialisasikan dan disesuaikan dengan perjanjian kerja diantara Anda dan saudara ipar Anda. Jangan sampai ia merasa seperti anak ayam kehilangan induk karena merasa tidak diperhatikan, tapi jangan sampai juga ia merasa seperti boneka tali yang kemana-mana harus atas sepengetahuan dan perintah Anda.
Jika ia berperan sebagai manajer, maka Anda harus berperan sebagai direktur yang memberikan arahan-arahan dan pengawasan yang ketat. Jika ia berperan sebagai direktur, maka Anda harus berperan sebagai komisaris yang membuat kebijakan besar dan membiarkannya membuat kebijakan teknis. Jika ia berperan sebagai pengelola usaha, maka Anda harus berperan sebagai pemodal yang cukup mengawasi dari jauh dan memastikan dana Anda digunakan dengan baik. Sekali lagi, kembali pada perjanjian diantara Anda berdua.
Sukses untuk Anda....
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Itu saja, Pak. Terima kasih sebelumnya.
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi