PENGGALIAN DANA USAHA KECIL
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Nama saya Antonius, 30th. Saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan IT di kota Malang (dengan masa kerja hampir 4 tahun).

Karena gaji dari perusahaan yang sangat minim (kurang dari 1juta), saya berniat untuk alih pfofesi dengan berwiraswasta. Pilihan saya adalah membuka rumah makan lesehan skala kecil. Permasalahannyam saya tidak punya cukup modal. Kata pepatah Jawa, saya ini "Ati Karep Bondo Cupet". Saya berpikir, penggalian modal usahanya melalui pinjaman di bank, tapi saya juga takut akan resikonya. Maksud saya, kalau usaha saya jalan dan tidak ada masalah, bagaimana kalau usaha saya nanti macet? Terus terang, ini sangat dilematis bagi saya.

Yang saya tanyakan:

  1. Apakah bijaksana apabila memulai usaha yang modalnya meminjam bank terlebih dahulu?

  2. Bagaimana cara me-manage keuangan yang baik dalam satu usaha?

Terima kasih.

Antonius


Jawaban:

Pak Anton, saya menghargai niat dan tekad Anda yang kuat untuk memulai usaha sendiri. Memang masalah modal seringkali menjadi sandungan pertama ketika seseorang ingin membuka usaha sendiri. Tapi pada kenyataannya, banyak pengusaha yang sudah sukses sekarang ini ternyata berawal dari modal nol sebelumnya. Bahkan karena kondisi modal dari nol itulah yang membuat semangat dan daya juang mereka menjadi lebih kuat dibandingkan dengan pengusaha yang modalnya sudah tersedia dan tinggal pakai saja tanpa resiko.

Justru dengan adanya resiko, Anda pun bisa termotivasi lebih kuat lagi untuk mengelola usaha Anda dengan sebaik-baiknya. Sama saja ketika Anda harus berlari ketika di kejar-kejar anjing, pastinya kecepatan lari Anda menjadi luar biasa cepat dibandingkan dengan lari biasanya.

Tapi pak, saya tidak sarankan Anda mengajukan modal pertama dari bank. Karena bank juga enggan memberikan pinjaman untuk membuka usaha, bank hanya memberikan pinjaman untuk pengembangan usaha, bukan pendirian usaha. Saran saya, cari dulu investor individu yang bersedia memodali usaha Anda. Yakinkan mereka dengan menyediakan penawaran usaha yang prospektif. Jika Anda yakin bahwa usaha Anda akan berhasil, saya yakin Anda akan bisa meyakinkan investor bahwa usaha Anda ini memang menguntungkan. Tapi kalau Anda sendiri tidak yakin dan takut, maka investor pun menjadi takut.

Jika usaha ini sudah berjalan pak, jangan campur keuangannya dengan keuangan pribadi Anda. Ingat lho, usaha ini dibiayai oleh investor, Anda harus menjaga kepercayaannya dengan kinerja yang baik dan pertanggungjawaban keuangan yang jelas. Untuk kebutuhan pribadi, jangan ambil seenaknya dari usaha, ambil gaji yang sifatnya tetap atau prosentasi dari omzet yang sudah disepakati dengan investor.

Selamat berusaha, sukses untuk Anda.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan