Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Dear Pak Gozali, saya dan suami saat ini sama-sama berusia 28 tahun, menikah 6 tahun dan belum punya anak. Saat ini kami sama-sama bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan penghasilan masing-masing 5jt/ bulan. Kami mempunyai tabungan sekitar 100jt, dan setiap bulan kami sepakat untuk menambah tabungan minimal 2jt/ bulan -- ini sudah berjalan dengan lancar. Kami memiliki sebuah mobil seharga 150jt (kurang lebih), namun kami belum punya rumah. Saat ini kami mengontrak rumah dengan biaya 1,5jt per bulan. Saat ini kami tidak menggunakan pembantu, jadi pengeluaran rutin bulanan hanya untuk listrik, telepon, air, dll, yang jumlahnya sekitar 400rb/ bulan.
Yang ingin kami tanyakan, bagaimana kami harus mengatur keuangan rumah tangga kami, dan bagaimana investasi yang baik dan cocok untuk kami, bila:
Terima kasih sebelumnya untuk kesediaan Bapak menjawab pertanyaan kami ini.
Wiwi --- Jakarta
Mbak Wiwi, apa kabar? semoga Anda dan suami selalu dalam kondisi yang baik.
Dengan pengeluaran yang cukup sederhana dan tidak ada pembayaran kredit, kami lihat Anda masih bisa memperbesar setoran tabungan bulanan Anda. Bukan hanya Rp 2 juta per bulan, tapi mungkin bisa sampai Rp 3 juta per bulan, atau bahkan lebih.
Mengenai kepemilikan rumah, sebetulnya Anda tidak perlu menunggu sampai 5 tahun kedepan. Karena dengan jumlah tabungan Anda sekarang ini, Anda sudah bisa mulai mencicil rumah idaman Anda. Dengan luas 150m2, saya asumsikan harganya setidaknya Rp 200 juta. Maka dengan uang muka Rp 100 juta, Anda bisa mencicil rumah tersebut dengan cicilan kira-kira Rp 2,5 juta selama 5 tahun. Cicilannya sendiri bisa dialokasikan dari biaya sewa rumah yang selama ini cukup besar yaitu Rp 1,5 juta/bulan. Artinya, cukup dengan menambah Rp 1 juta per bulan, Anda sudah bisa memiliki rumah sendiri dalam waktu 5 tahun, lunas.
Bila Anda sudah memiliki anak nanti, maka yang harus Anda persiapkan adalah dana pendidikannya kelak. Sedangkan untuk biaya hidupnya sendiri masih bisa dicover dari cash flow bulanan Anda seperti biasa. Selain itu, Anda juga perlu mempersiapkan asuransi untuk mengantisipasi jika terjadi resiko yang tidak diinginkan. Karena nantinya Anda tidak lagi menghidupi diri sendiri, namun juga keluarga yang menjadi tanggungan, dalam kondisi bagaimanapun.
Untuk mengembangkan surplus yang Anda miliki, rasanya sayang sekali jika hanya disimpan dalam rekening tabungan saja. Anda bisa mulai berinvestasi sedikit demi sedikit kedalam beberapa produk investasi. Seperti misalnya reksa dana, dan asuransi pendidikan sekaligus untuk menyiapkan dana pendidikan Anda. Atau Anda juga bisa mengembangkan dana yang dimiliki dengan menjadikannya sebagai modal usaha atau properti yang disewakan.
Demikian mbak Wiwi, semoga bisa cukup membantu.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi