ORANG TUA MINTA DIBUATKAN USAHA
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Republika, 23 Maret 2008

Assalamualaikum Wr Wb
Pak Gozali,
Orangtua kami dahulu mempunyai usaha wartel dan perias pengantin. Namun, omzet dari usaha wartel makin turun karena persaingan dengan handphone. Belum lagi adanya utang kartu kredit untuk renovasi rumah yang over budget. Utang kartu kredit perlahan-lahan telah dilunasi oleh anak-anak. Meski anak-anak belum mapan sekali tapi sudah bisa mandiri dan membiayai orangtua tiap bulan. Saat ini, orangtua berkeras minta dibelikan ruko untuk tempat usaha baru seperti menjual sembako atau menjual makanan. Orangtua saya mengatakan, mereka perlu kegiatan, kalau diam saja mereka malah merasa 'sakit'.

Keluarga kami memiliki empat anak, semua sudah menikah. Apakah bijaksana bila salah satu dari kami berusaha memaksakan untuk memberikan lapangan usaha tersebut (dengan cara beli ruko, renovasi ruko dan modal usaha sembako) kepada orangtua mengingat usia yang sudah cukup lanjut, kesehatan, dan track record keuangan yang buruk akibat adanya utang bank/kartu kredit yang tidak tertangani? Nantinya, usaha itu murni ditangani oleh orangtua, karena kami pasti sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mohon saran. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Andi, Jakarta

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb

Pak Andi,
Saya turut merasakan apa yang saat ini Anda rasakan Pak. Rasanya sih sebagai anak, kita ingin selalu dapat berbakti kepada orangtua, apapun yang diminta dapat dituruti, tapi apa daya melihat usia beliau yang sudah cukup lanjut, dan kondisi keuangan Anda dan saudara yang lain, sepertinya sulit untuk mewujudkan keinginannya.

Karena begini Pak, sebetulnya maksud orangtua Anda untuk dibuatkan usaha adalah agar hari-harinya dapat diisi dengan kegiatan sehingga beliau tidak merasa bosan. Sepertinya yang orangtua Anda butuhkan bukanlah sebuah usaha sebagai sumber nafkah, karena toh semua kebutuhan nafkah mereka sebetulnya sudah bisa dipenuhi oleh anak-anaknya. Yang saya lihat, orangtua Anda perlu dua hal. Yaitu kegiatan atau aktivitas sehari-hari serta sarana untuk mengaktualisasi diri agar merasa masih 'berdaya' di usia senja mereka.

Oleh karena itu Pak, mungkin ada baiknya bagi Anda dan saudara-saudara untuk berunding dan mencari jalan keluar yang terbaik untuk orangtua Anda. Misalnya, mungkin disarankan untuk sering berolahraga agar kondisi badan tetap fit, atau dibuatkan lahan untuk bercocok tanam. Kalaupun memang harus dipaksakan untuk membuat usaha, buatlah usaha yang sederhana yang modalnya juga tidak terlalu besar dan memanfaatkan lahan di rumah misalnya toko kelontong yang menjual barang-barang kebutuhan pokok seperti minyak, gula dan lain-lain.

Ajak juga orangtua untuk aktif dalam pengelolaan yayasan, lembaga sosial, atau mungkin masjid. Karena hal ini juga akan memberikan aktivitas bagi mereka dan perasaan untuk lebih dihargai dan merasa masih memberikan sumbangsih bagi orang lain, dan bukan hanya diam saja di waktu senja mereka.

Komunikasikan juga dengan orangtua Anda dengan lemah lembut mengenai bagaimana kondisi keuangan Anda yang ada sekarang. Karena tentunya dibutuhkan modal yang tidak sedikit untuk membeli ruko sebagaimana yang ia inginkan. Saya rasa beliau akan mengerti selama Anda juga bisa mengerti kebutuhan mereka yang sesungguhnya. Yaitu aktivitas rutin dan sarana untuk mengaktualisasi diri. Demikian semoga bermanfaat.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan