Dikutip dari Harian Republika, Februari 2007
Assalamualaikum wr wb
Saya ingin sekali menabung untuk membuka usaha sendiri. Namun, sulit bagi saya untuk menabung. Pendapatan di tempat kerja saya cukup lumayan, hampir Rp 7 juta per bulan. Hanya saja, kecerdasan finansial saya sangat minim untuk mengelola penghasilan tersebut. Apakah itu pengaruh dari umur saya yang masih muda (25 tahun)?
Saya mohon, Pak Gozali bisa memberikan financial advices kepada saya agar cerdas dalam mengelola keuangan sendiri.
Sanusi, Jakarta
Waalaikumussalam wr wb
Mas Sanusi,
Poin yang terpenting dalam mengelola keuangan dengan baik adalah mengatur pengeluaran dengan skala prioritas. Karena kalau tidak diatur prioritasnya, dengan uang yang berlimpah pun, bisa jadi akan ada pos pengeluaran tertentu yang terpaksa harus berhutang karena pengaturan penghasilannya tidak tepat.
Untuk itu, aturlah prioritas pengeluaran Anda sebagai berikut. Prioritas pertama pengeluaran Anda adalah untuk membayar cicilan hutang, misalnya cicilan kartu kredit, cicilan mobil, rumah, dan lain-lain. Pos ini sangat penting karena jika tidak dibayar dengan disiplin akan menambah beban bunga yang harus Anda bayar. Tapi apabila Anda tidak memilikinya, alokasikan untuk investasi atau menabung. Prioritas selanjutnya yaitu setoran tabungan rutin dan premi asuransi.
Biasakanlah untuk selalu bisa menabung setiap bulan. Jumlahnya tidak perlu banyak, yang penting Anda rutin dan konsisten. Setelah kedua prioritas tersebut Anda penuhi, baru gunakan sisanya untuk biaya hidup yang lainnya. Mengenai cita-cita Anda untuk punya usaha sendiri nantinya, Anda bisa manfaatkan waktu sekarang sebagai karyawan untuk mengumpulkan modal, keahlian, dan pengalaman, sehingga jika sudah merasa siap, Anda sudah bisa langsung membuka usaha sendiri. Untuk itu, saya sarankan agar Anda punya target yang jelas, misalnya hanya akan bekerja sampai lima tahun atau 10 yang akan datang, selanjutnya akan membuka usaha sendiri. Dengan adanya target yang jelas ini juga akan membantu Anda ketika menabung, karena Anda punya patokan berapa uang yang harus dikumpulkan dan kapan harus sudah terkumpul.
Untuk tahap awal, Anda bisa mulai dengan membuat tabungan berjangka atau deposito di bank. Kedua produk ini bisa membantu Anda dalam membangun kebiasaan menabung tanpa mudah diambil. Untuk tahap selanjutnya, Anda bisa mulai mempelajari beberapa produk investasi yang lain seperti reksa dana, asuransi, unit link, saham, dan sebagainya.
Hal-hal yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah penggunaan kartu kredit apabila Anda memilikinya. Jadikanlah kartu kredit sebagai pengganti uang yang tidak dibawa. Jangan sekali-kali jadikan kartu kredit sebagai alat bayar yang menggantikan uang yang tidak miliki. Maksudnya, sebelum Anda melakukan transaksi dengan kartu kredit, pastikan bahwa Anda memiliki kesanggupan untuk membayarnya. Sebagai gantinya, buatlah dana cadangan yang khusus disiapkan untuk pengeluaran yang tidak terduga atau di luar anggaran bulanan Anda.
Karena mengelola keuangan adalah masalah kebiasaan, tentu perlu waktu untuk membiasakannya, jangan pantang menyerah untuk terus mencobanya. Mulailah dengan mengatur prioritas anggaran dengan mendahulukan cicilan hutang dan tabungan. Pergunakanlah kartu kredit hanya untuk keadaan darurat. Demikian, semoga bermanfaat.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Jawaban:
Mungkin masalah yang Anda hadapi adalah masalah klise yang orang banyak pun menghadapinya. Karenanya wajar sekali jika kita merasa sulit untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk menabung. Namun, bukan berarti hal ini membuat kita berputus asa dan merasa sulit untuk melakukannya. Tapi jadikanlah hal ini sebagai penyemangat bagi Anda untuk mengelola penghasilan dengan baik dan optimal.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi