MODAL PINJAM BANK ATAU TABUNGAN?
Oleh: Safir Senduk

 

Dikutip dari Sindo, 02 Maret 2008

Pak Safir,
Nama saya Yudhit Prawitasari. Saya baru saja lulus kuliah jurusan Pendidikkan Bahasa Inggris. Saya berencana untuk pulang kampung dan menjadi guru di kampung sambil membuka usaha yakni; membuka toko alat tulis + fotokopi + rental ( saya punya dua komputer )+ membuka les bahasa inggris di rumah + cafetaria kecil-kecilalan + usaha Play Stasion adik saya ( sekarang sudah berjalan ). Tempat sudah tersedia dan untuk modal saya masih ragu, haruskah saya memakai tabungan saya (di bank ada 10 juta), saya takut uang saya tidak kembali karena habis untuk modal atau pinjam bank saja?
Saya berencana memperkerjakan seorang karyawan untuk menjaga toko dan fotokopi, sedangkan les-les an akan diajar oleh saya dan suami, untuk playsatasion akan dijaga oleh adik saya, walau dia masih SD tapi sudah menjalankan bisnis play station selama satu tahun ini. Dan untuk kantin nantinya akan saya pegang dan rental akan di pegang oleh suami saya.

Permasalahannya, bagaimana cara mengatur uang yang masuk dan yang keluar? haruskah di satukan? Terima kasih dan mohon pencerahannya.

Jawaban:

Mbak Yudhit,

Saya akui, setiap usaha memang butuh modal untuk menjalankannya. Tapi yang perlu kita tahu juga adalah bahwa nggak semua modal itu harus berbentuk uang, karena ada banyak sekali kelengkapan dan kemampuan yang kita miliki selain uang. Contohnya nih, seorang penulis novel menggunakan modal pikirannya untuk membuat buku-buku yang laris dipasaran. Nggak pakai modal uang toh? Tapi, kalau memang modal itu harus berbentuk uang, pertanyaannya sekarang, apakah harus dengan uang sendiri? Hoho… jawabannya bisa ya bisa juga tidak. Nah, ini dia yang menarik: gimana caranya mendirikan usaha tanpa menggunakan modal sendiri? Kan begitu.

Memang sih, memulai usaha dengan menggunakan modal sendiri mungkin bisa jadi memang lebih baik. Jadi kalau Anda mengalami kerugian tentu akan Anda tanggung sendiri, dan kalau usaha itu untung pun tentu Anda sendiri yang akan menikmatinya. Tapi masalahnya, Anda kan nggak mau uang itu hilang toh? Dan saya yakin juga kok bahwa Anda sendiri juga sudah tahu bahwa yang namanya usaha, kita nggak akan tahu apa yang akan terjadi besok. Mungkin hari ini Anda untung besar, tapi bisa jadi besok keuntungannya berkurang. Jadi kalau Anda mau memakai uang yang Anda punya, ya nggak usah semualah. Sisihkan saja seperempat atau setengah dari uang yang Anda miliki sekarang untuk digunakan sebagai dana cadangan keluarga. Sedangkan untuk meminjam uang di bank pun nggak saya sarankan. Kenapa? karena selain prosesnya sulit juga bunga yang akan dikenakannya juga lumayan tinggi. Saran saya nih, kalau memang Anda butuh modal berupa uang, cobalah untuk melakukan kerja sama dengan distributor penyalurnya. Misalnya, alat-alat tulis tidak perlu Anda stock dalam jumlah banyak. Mungkin Anda bisa pinjam saja dulu barang itu ke distributor lalu Anda akan bayar belakangan setelah barang laku terjual. Begitu juga dengan foto kopi, nggak perlu beli mesinnya, karena Anda bisa sewa, baik itu harian, bulanan atau tahunan.

Bagaimana dengan keuangannya? Pesan saya, jangan satukan antara keuangan pribadi dan usaha, karena kalau hal itu Anda lakukan, saya khawatir kalau ada masalah dengan keuangan pribadi bakal berdampak pada yang lainnya, begitu juga sebaliknya. Terus bagaimana cara penggajiannya? Anda harus menggaji diri Anda, suami dan adik Anda pada satu waktu saja. Katakanlah satu bulan sekali atau satu minggu sekali dan tentunya dengan nilai yang sama. Sekarang, apakah pemasukan dan pengeluaran harus dipisahkan? Yup, betul sekali, harus dipisahkan. Dengan pemisahaan tersebut Anda bisa tahu berapa besaran yang diterima setiap harinya dan berapa pengeluaran yang dilakukan. Untuk enaknya sih setiap transaksi yang terjadi harus ada pencatatannya. Dengan begitu, semua uang yang keluar dapat terpantau dan uang yang masuk juga bisa tercatat dengan baik dan benar. Lalu, lakukan evaluasi juga di akhir bulan supaya dapat dilihat, apakah usaha sedang mengalami untung atau rugi.

Demikian, semoga bermanfaat. Selamat berwirausaha.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan