BAGAIMANA MERENCANAKAN MASA DEPAN
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Februari 2006

Saya ingin berkonsultasi seputar perencanaan keuangan untuk masa depan saya. Saya seorang karyawan yang baru bekerja, besar keinginan untuk memiliki rumah dan mobil sendiri dan jaminan untuk masa depan saya. Penghasilan saya sekitar Rp 24 juta per tahun, dengan pengeluaran kurang lebih Rp 1 juta per bulan. Dalam tahun ini saya telah mengikuti program dari bank X, dengan menyisihkan panghasilan untuk di tabung. Sampai dengan masa kerja saya 1 tahun nanti, saya kira-kira dapat menabung 10 juta. Bagaimana seharusnya saya mengelola uang tersebut? Bagaimana mengelola penghasilan saya di tahun selanjutnya ? Bentuk investasi apa yang sesuai dengan keadaan finasial saya? Apakah dengan reksadana atau hanya dengan deposito? Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas saran Anda.

Jefri Andrianto


Jawaban:

Bung Jefri, senang menerima e-mail dari Anda. Yang sudah Anda lakukan selama ini sudah cukup bagus pak Jefri. Karena Anda sudah bisa menyisihkan hampir 50% dari penghasilan Anda untuk ditabung.

Untuk seorang bujangan, apalagi yang masih tinggal dengan orang tua, biasanya hal ini memang bisa dilakukan. Namun prosentase tabungan ini lama-lama akan berkurang jika sudah memasuki jenjang pernikahan dan hidup secara terpisah. Prosentase tabungan ini baru akan naik lagi jika sudah mencapai kemapanan karir dan kebutuhan sekolah untuk anak-anak nanti sudah selesai. Oleh karena itu, manfaatkanlah hal ini sebagai ''lari sprint'' Anda sebelum nantinya harus mulai ''lari marathon''.

Langkah Anda untuk menyimpan tabungan Anda dalam rekening khusus juga sudah tepat, namun tentunya hal ini perlu ditindaklanjuti dengan rencana keuangan yang komprehensif. Muali dari sekarang, susunlah berbagai macam tujuan keuangan yang ingin Anda capai, setidaknya sampai dengan jangka waktu 5 tahun kedepan. Tujuan keuangan ini harus dibuat dengan target waktu yang jelas, target biaya yang terukur, dan harus dibuat secara tertulis. Betul sekali, Anda harus menuliskannya agar bisa dijalankan dengan fokus dan konsisten. Contohnya, menyiapkan dana pernikahan sebesar Rp 50 juta dalam waktu 3 tahun lagi, dan menyiapkan dana untuk uang muka pembelian rumah Rp 20 juta dalam waktu 4 tahun lagi. Apapun keinginan Anda yang membawa konsekuensi keuangan, dituliskan sebagai tujuan keuangan.

Jika Anda sudah menuliskan tujuan keuangannya, baru kita bisa buat rencana atau strategi untuk mencapai tujuan keuangan tersebut. Misalnya, untuk menyiapkan dana pernikahan sebesar Rp 50 juta dalam waktu 3 tahun, Anda sendiri hanya bisa menyisihkan kira-kira 36 juta dari gaji, maka Anda harus mencari kekurangan sebesar 14 juta. Artinya, Anda harus mengembangkan dana sebesar Rp 36 juta tersebut sehingga memberikan hasil sebesar Rp 14 juta dalam waktu 3 tahun. Dengan deposito saja hal itu tidak cukup, tapi mungkin dengan reksa dana bisa karena diharapkan bisa memberikan hasil yang lebih baik dari deposito.

Lain lagi ceritanya kalau ternyata Anda hanya menargetkan dana sebesar Rp 30 juta saja untuk dana pernikahan, maka hanya dengan menabung dari gaji saja hal itu sudah cukup. Kalau begitu, main aman saja, taruh sebesar Rp 30 juta dalam deposito saja. Dan sisanya yang Rp 6 juta, bisa diinvestasikan dalam reksa dana. Namun strategi ini juga harus disesuaikan dengan kondisi Anda juga. Misalnya, jika Anda ternyata kurang percaya dengan kinerja reksa dana yang sempat turun, mungkin Anda akan lebih cocok untuk menginvestasikannya dalam bentuk usaha saja.

Sekali lagi perlu saya jelaskan, bahwa stategi investasi Anda sangat bergantung pada tujuan keuangan yang ingin Anda capai, dan kondisi Anda sendiri. Untuk bisa menentukan strategi apa yang tepat bagi Anda dalam merencanakan masa depan, ukur diri Anda sendiri sekarang dan tujuan keuangan Anda di masa depan. Anda bisa melakukannya sendiri, atau dibantu oleh seorang perencana keuangan untuk mendapatkan penilaian yang obyektif. Demikian dari kami, jangan sungkan menghubungi kami kembali untuk berdiskusi lebih lanjut.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan