MERENCANAKAN KEUANGAN SUPAYA TIDAK BOROS
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Republika, 13 Januari 2008

Assalamualaikum Wr Wb

Mas Gozali yang saya hormati,
Sebelumnya, perkenalkan nama saya, Muchamad Ridlo Hidjrawan, umur 25 tahun. Sudah dua tahun saya bekerja di perusahaan swasta di Balikpapan yang bergerak di bidang Oilfield. Saya lajang yang ingin mempunyai perencanaan keuangan. Sebelum menikah, saya ingin bisa mempunyai rumah, walau harus kredit. Saat ini, saya sudah memulai ikut menanam saham di perusahaan saya. Kiranya, Anda bisa membantu saya bagaimana membuat perencanaan keuangan yang baik dan disiplin supaya saya bisa menekan gaya hidup boros saya.
Terima kasih.

Ridlo

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb
Hai Mas Ridlo,
Senang mendapatkan e-mail dari Anda. Saya salut kepada Anda, masih muda, karyawan di salah satu perusahaan pertambangan dan juga sudah berpikir untuk mulai merencanakan keuangan sejak dini. Memang benar sih, mengelola keuangan itu sebenarnya mudah, tapi yang tidak mudah adalah mengubah kebiasaan yang selama ini sudah dikerjakan. Layaknya kita biasa menulis dengan menggunakan tangan kanan, kemudian diharuskan menggunakan tangan kiri karena tangan kanan kita cedera, akan sulit sekali bukan? Kenapa begitu? Karena sudah merupakan kebiasaan kita sejak kecil makan dengan tangan kanan. Begitu juga dengan perencanaan keuangan.

Boros sih sebenarnya nggak masalah Mas, asalkan sudah membayar hutang, sudah menabung, dan sudah membayar premi asuransi. Baru setelah itu dana yang tersisa boleh Anda habiskan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Gimana caranya? Jadi saat Anda menerima penghasilan setiap bulannya, langsunglah Anda lihat lagi catatan. Apakah Anda punya hutang? Kartu kredit lah, atau mungkin utang pada teman. Untuk pembayaran cicilan utang ini maksimal 30 persen dari besarnya penghasilan yang diterima.

Setelah itu, hal yang Anda lakukan adalah menabung atau investasi melalui sarana investasi seperti tabungan, deposito, reksadana, asuransi atau membeli emas. Besarnya dana yang disisihkan untuk menabung atau investasi ini diusahakan setidaknya 10 persen dari penghasilan bulanan Anda. Bahkan untuk seorang bujangan, apalagi Anda tinggal dengan banyak fasilitas perusahaan, harusnya bisa menabung sampai separuh dari penghasilan Anda.

Nah, sisanya baru untuk membiayai kebutuhan hidup Anda mas. Jadi boros sih boleh saja, tapi borosnya sekarang diubah ya. Kalau biasanya boros untuk beli gadget baru atau barang-barang elektronik yang canggih, sekarang borosnya buat beli emas, membeli reksadana atau untuk menambah kepemilikan saham perusahaan Anda bekerja. Saran saya, karena saat ini rencana terdekat Anda untuk memiliki sebuah rumah, maka fokuskan untuk bisa menabung setiap bulannya untuk uang muka pembelian rumah.

Untuk membeli rumah dengan menunggu tersedianya dana kas memang agaknya berat. Dengan cara kredit di mana saat ini sudah banyak perbankan yang menawarkan juga tidak masalah untuk memiliki rumah. Yang penting Anda harus siapkan dahulu untuk membayar uang mukanya. Besaran uang muka rumah antara 10-30 persen dari harga rumah itu sendiri. Dari dana tabungan atau investasi yang terkumpul itulah nanti bisa Anda ambil untuk membayar uang mukanya. Kapan Anda bisa memulai untuk membeli rumah sih tergantung kepada Anda dalam menabung. Semakin cepat semakin baik ya Mas, tentunya karena harga rumah setiap tahunnya terus meningkat. Jadi jangan tunda-tunda lagi untuk memulai menabung.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan