MERAIH KEBEBASAN FINANSIAL
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Maret 2006

Halo,...
Saya seorang karyawati di salah satu BUMN, bekerja hampir setahun. Penghasilan saya sebulan di atas Rp. 2 juta. Yang ingin saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan dengan gaji saya agar saya memperoleh kebebasan finansial di usia muda.

Investasi apa yang harus saya lakukan? Berapa persen yang harus saya sisihkan untuk investasi dan tabungan? Dan terakhir, apa asuransi itu termasuk dalam kategori/kelompok ''Dana Bersama''?

Terima Kasih,
Lini Tampubolon


Jawaban:

Halo Sdri Lini apa kabar ? Senang sekali berkenalan dengan Anda. Saya turut bangga dengan Anda yang telah merencanakan meraih kebebasan finansial pada usia muda. Menurut buku Anthony Robbins yang saya baca, kebebasan finansial adalah suatu kondisi keuangan di mana kita mencapai investasi yang cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan kita untuk hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan. Tentunya hal ini membutuhkan kerja keras dan cerdas dan harus dilakukan berkesinambungan.

Kebebasan finansial dapat Anda capai bila anda disiplin menabung dan melakukan penghematan, lalu tabungan Anda diputar agar bisa memberi hasil yang besar dan pada periode tertentu menghasilkan pasivve income sehingga Anda tidak perlu bekerja lagi. Dengan menabung memang menunda kesenangan di masa sekarang, tetapi hasilnya sangat efektif untuk mencapai tujuan yang lebih besar di masa datang.

Lalu berapa yang Anda sisihkan untuk tabungan dan investasi, berikut ini gambarannya. Alokasikan penghasilan Anda dibagi menjadi pos-pos berdasarkan prioritas, pertama adalah cicilan utang (bila ada) yang sebaiknya tidak melebihi dari 30 % dari penghasilan bulanan, kemudian usahakan menyisihkan 10 % dari gaji secara rutin tiap bulannya untuk tabungan. Bila Anda tidak mempunyai hutang, jumlah yang disisihkan bisa diperbesar lagi, misalnya 30 % yang dapat digunakan untuk investasi dan proteksi (asuransi). Dengan demikian 70 % sisanya dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

Ada beberapa jenis kendaraan untuk investasi, antara lain tabungan, deposito, emas, saham, reksa dana, properti, ataupun unit bisnis. Untuk memilihnya maka perlu dipertimbangkan biaya yang diperlukan, pendapatan yang didapat, profil resiko, apakah Anda takut terhadap resiko kehilangan uang atau tergolong berani, ketrampilan yang diperlukan untuk memilih produk investasi, dan banyaknya waktu keterlibatan Anda untuk melakukan investasi.

Usahakan tidak menaruh semua uang Anda pada satu produk investasi untuk meminimalkan resiko. Karena kondisi Anda sekarang ini masih bekerja, maka saya lebih sarankan agar kira-kira 70% - 80% dari alokasi uang keperluan investasi tadi bisa diinvestasikan ke dalam aset seperti deposito dan reksa dana. Deposito digunakan untuk berjaga-jaga sedangkan reksa dana digunakan untuk mendapatkan pengembangan. Sementara sisanya yang 20% - 30%, bisa mulai digunakan untuk investasi ke dalam usaha dengan cara berpatungan dengan teman atau saudara yang bisa mengelola usahanya.

Pertanyaan Anda yag terakhir tentang asuransi. Sebagai gambaran, cara kerja asuransi adalah menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi yang oleh perusahaan asuransi kemudian diinvestasikan pada berbagai instrumen investasi. Hasil investasinya kemudian dibagikan kepada pemegang polis sebagai bentuk perlindungan terhadap kerugian akibat peristiwa yang dialami. Kalau yang Anda maksudkan Dana Bersama adalah kumpulan premi yang dihimpun dari pemegang polis asuransi adalah tepat. Demikian, semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan