MENUTUP LUBANG DENGAN KREDIT BANK
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Juni 2006

Assalamu 'alaikum, Pa Gozali,

Saya mempunyai keluarga dengan dua orang anak dan satu istri. Pendapatan saya per bulan Rp 3,8 juta tanpa lembur. Istri saya tidak bekerja. Pengeluaran saya adalah cicilan mobil Rp 1,2 juta sudah berjalan dua tahun, koperasi kantor Rp 700 ribu sudah berjalan setahun, kartu kredit saya ada lima dengan total utang lk Rp 15 juta, dan kebutuhan istri di rumah lk Rp 1,5 juta per bulan. Tiap bulan gaji saya selalu kurang buat kebutuhan sehari-hari. Saya bayar Kartu kredit hanya bisa bayar minimal saja. Yang jadi pertanyaan: solusi apa yang saya harus lakukan yang terbaik untuk kehidupan saya agar tidak terlanjur lebih parah lagi?

Saya ada rencana untuk pinjam ke bank lain untuk menutup kartu kredit dan mobil, sekitar Rp 50 juta, dengan masa pinjaman lima tahun, atau tiga tahun. Apakah niat saya tersebut baik untuk keuangan saya atau malah makin parah? Mohon pencerahan dari Pak Gozali.

Terima Kasih
Ecep Ridwan


Jawaban:

Wah, Pak Ecep, saya punya kabar buruk dan kabar gembira untuk Anda. Kabar buruknya adalah, kondisi keuangan Anda sekarang ini berada dalam "lampu kuning". Anda harus sangat berhati-hati sekali dengan pengeluaran Anda. Dan, kabar baiknya, Anda memiliki kesempatan untuk keluar dari kondisi itu, jika Anda mau.

Kalau dihitung-hitung, pengeluaran Anda sekarang ini sekitar Rp 4,9 juta. Padahal, gaji Anda hanya sebesar Rp 3,8 juta. Hal ini bisa terjadi karena adanya hutang kartu kredit yang harus Anda bayarkan setidaknya Rp 1,5 juta per bulannya. Artinya kalau cicilan kartu kredit Anda dihilangkan, maka Anda bisa memiliki kelebihan sebesar 400 ribu rupiah karena pengeluaran nantinya menjadi hanya sebesar Rp 3,4 juta saja per bulannya.

Maka jika Anda ingin meminjam di bank, yang harus Anda lakukan adalah dapatkan pinjaman di bank sebesar Rp 15 juta untuk menutup hutang kartu kredit Anda. Tapi, pastikan cicilannya tidak lebih dari Rp 400 ribu per bulannya. Kalau kita hitung secara kasar saja, hal ini bisa dipenuhi dengan pinjaman berjangka waktu 5 tahun. Dan satu lagi syaratnya, pinjaman ini seharusnya memiliki bunga yang jauh lebih kecil daripada hutang kartu kredit Bapak.

Saya tidak sarankan Anda untuk mengambil pinjaman sampai Rp 50 juta, karena sepertinya akan cukup berat untuk membayar cicilannya nanti. Cukup Rp 15 juta saja untuk menutup hutang kartu kredit Anda. Karena hutang dalam bentuk cicilan mobil masih memiliki back-up berupa mobil itu sendiri. Sedangkan hutang dalam bentuk kartu kredit bisa membengkak menjadi sangat besar dan menyebabkan masalah yang lebih besar lagi.

Sementara menunggu proses pinjaman, jangan sekalipun menggunakan kartu kredit tersebut. Dan jangan pernah lewat untuk membayar cicilan minimalnya. Karena jika salah satunya Anda lakukan, hutang Anda menjadi jauh lebih besar dan semakin sulit untuk menyelesaikannya. Jika perlu, Anda lakukan penghematan besar-besar dalam komponen pengeluaran rumah tangga Anda, tapi jangan sekalipun melewatkan cicilannya.

Demikian dari saya, Pak. Mohon maaf jika terkesan "tegas" sekali. Tapi, kondisi Anda sekarang sangat menentukan apakah bulan depan akan berjalan lebih baik, atau malah lebih buruk lagi. Jika Anda bisa mengendalikan situasi, maka Anda bisa kembali ke posisi aman. Tapi jika Anda kehilangan kendali, kondisi keuangan Anda akan semakin buruk di bulan depan.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan