Dikutip dari Harian Republika, Maret 2007
Assalamualaikum wr wb
Dear Pak Gozali,
Profil keuangan saya, gaji kantor Rp 4 jutaan, side job sekitar 2,5 juta. Nah, menurut Bapak, feasible nggak kalau saya ambil rumah itu? Kalau tidak, berapa sebenarnya plafon harga rumah yang sesuai dengan profil keuangan saya. O, ya, developer janji dalam setahun sertifikat rumah bisa langsung keluar meski belum lunas. Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya.
Rudi K, Jakarta
Waalaikumssalam wr wb
Halo Pak Rudi, apa kabar ? Senang sekali menerima email Anda. Keputusan membeli rumah adalah suatu komitmen jangka panjang maka butuh pemikiran dan pertimbangan yang matang. Maka langkah Anda menghitung kesiapan finansial Anda sebelum menentukan pembelian rumah sudah tepat. Lalu kapan sih saat tepat untuk memiliki rumah? Tentunya melihat kesiapan finansial apakah mampu menyediakan uang muka rumah yang umumnya sebesar 30 persen dari harga rumah, dan sisanya yakni 70 persen dari harga rumah bisa dibayar dengan cicilan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Besarnya maksimum cicilan KPR Anda usahakan jangan melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan Anda. Kenapa demikian? Karena angka 30 persen adalah standar yang aman bagi cicilan hutang, sehingga 70 persen dari sisa penghasilan Anda dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan Anda.
Bila melihat dari besarnya penghasilan Anda sebesar Rp 6,5 juta (pertanyaan saya 2,5 juta dari side job itu diperoleh secara rutin bulanan atau tidak?) maka besarnya cicilan yang aman bagi Anda sebesar 30 persen dari 6,5 juta atau sebesar Rp 1.950.000 (dibulatkan menjadi Rp 2 juta).
Tentunya angka sebesar ini diperoleh jika Anda tidak memiliki tanggungan hutang lainnya. Bila melihat besarnya cicilan rumah yang Anda idamkan yaitu sebesar 2,5 juta per bulan, maka angka tersebut melebihi standar cicilan yang aman. Kalau memang Anda bisa menambah penghasilan tambahan per bulan untuk menutupi kekurangan tersebut maka tidak salah Anda mengambil plafon kredit sebesar itu. Tetapi bila saat ini belum memungkinkan, saran saya sebaiknya menurunkan plafon KPR Anda. Untuk itu carilah info pada developer harga rumah berapa yang bisa Anda dapatkan dengan uang muka sebesar Rp 30 juta dan cicilan Rp 2 juta per bulan. Jangka waktu yang dipilih akan memengaruhi besarnya cicilan bulanan. Semakin panjang jangka waktu KPR maka cicilan bulanan semakin kecil. Sebaliknya, semakin pendek jangka waktu KPR maka kredit cicilan bulanan semakin besar. Berapapun jangka waktu yang dipilih asalkan tidak melebihi Rp 2 juta per bulan tadi maka masih bisa dijalankan oleh Anda.
Demikian, semoga bermanfaat.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Begini Pak, saya ada pertanyaan berkaitan dengan rencana saya untuk membeli rumah baru. Rumah yang kami taksir tersebut harganya Rp 240-an juta. Saat ini saya ada uang standby sekitar Rp 30 jutaan. Sudah dihitung oleh developer kalau dengan DP Rp 30 jutaan tadi maka untuk cicilan sebulan ketemu sekitar Rp 2,5 juta selama 20 tahun.
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi