Dikutip dari Harian Republika, Mei 2007
Assalamualaikum wr wb
Mas Gozali,
Saat ini saya punya dana 'nganggur' sedikit, sekitar Rp 20 juta. Rencananya, dana tersebut akan saya investasikan di reksadana saham. Menurut Anda, lebih optimal mana: semua dana tersebut langsung diinvestasikan ke reksadana saham, atau dana tersebut sedikit demi sedikit saja diinvestasikan ke reksadana saham sambil memonitor perkembangan NAB-nya?
Atas jawaban dan saran Anda, saya ucapkan banyak terima kasih.
Purnomo, Jakarta Timur
Waalaikumssalam wr wb
Halo Mas Purnomo, senang berkenalan dengan Anda. Investasi adalah mengembangkan dana yang dimiliki dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai hasil yang telah direncanakan. Oleh karena itu, senang sekali saya mendengar Anda berminat untuk menginvestasikan dana 'menganggur' yang dimiliki saat ini pada produk investasi reksadana saham.
Saya yakin Anda telah mengetahui bahwa reksadana saham memang akan mendatangkan hasil investasi yang nilainya cukup besar dibandingkan dengan reksadana jenis lainnya. Hal ini memang tidak bisa dimungkiri, bahwa selain nilai investasinya yang tinggi, risiko yang dihadapi juga cukup besar juga lho Pak. Tapi tak perlu dicemaskan, karena memang apabila Anda berani menerima tantangan tersebut, tentu tak perlu pikir panjang lagi bukan?
Saran dari saya, sebelum terjun ke reksadana saham, buatlah suatu rencana atau tujuan keuangan. Misalnya, persiapan pendidikan anak, persiapan dana pensiun, melakukan perjalanan liburan ke luar negeri dan masih banyak lagi. Bahkan hanya mengembangkan dana pun merupakan salah satu tujuan keuangan. Nah setelah itu, tentukan juga lamanya investasi sampai meraih hasilnya. Katakanlah Anda ingin mengoptimalkan dana, selama 10 tahun ke depan dengan nilai tunai nantinya yang akan Anda peroleh adalah senilai Rp 20 juta. Dengan adanya tujuan ini, barulah Anda tentukan produk investasinya. Misalkan sesuai dengan keinginan Anda untuk memilih produk investasi reksadana saham. Agar bisa memantau perkembangan investasi tersebut, maka setiap enam bulan, lakukanlah evaluasi apakah nilainya akan terpenuhi nanti senilai Rp 20 juta pada 10 tahun lagi. Apabila tidak tercapai, maka saya sangat sarankan untuk pindah ke produk investasi jenis lainnya yang bisa memenuhi kriteria untuk mendapatkan hasil tersebut.
Nah, sekarang kembali ke pertanyaan Anda, apakah beli langsung atau sedikit demi sedikit. Apabila Anda memiliki waktu luang dan dapat terus memantau harga pasar, bisa sedikit demi sedikit. Ketika harga turun, Anda bisa langsung membelinya atau menambahkannya pada nilai sebelumnya. Tapi bila waktu terbatas, dapat juga Anda langsung tanamkan sekaligus Mas. Memang sih lebih enak yang pertama, Anda bisa tambah sedikit-sedikit, dengan memantaunya melalui analis-analis pasar yang sekarang banyak dimuat di koran-koran harian ibukota.
Demikian dari saya, selamat berinvestasi.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi