MENGEMBANGKAN USAHA
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Saya memulai usaha conter HP pada bulan mei 2004, usaha ini bertempat di sebuah plaza di kota Malang dengan sistem sewa bulanan sebesar 1,5 juta/ bln. Awalnya modal yang saya tanam sebesar 8 jt. Usaha ini saya dirikan berdua dengan teman saya, dengan sistem pembagian modal masing-masing 50%. Pada bulan pertama, usaha ini mengalami kerugian sebesar 1,4 juta. Memasuki bulan kedua profit yang saya dapat sebesar 1,5 juta, pendapatan kotor rata-rata 4-5 juta/ bln hingga pada akhir Januari jumlah modal yang berupa uang cash sebesar 13,5 juta. Saat ini saya mempunyai keinginan untuk mengajukan pinjaman ke bank syariah.

Pertanyaan yang saya ajukan:

  1. Berapa jangka waktu pengembalian yang paling efektif kalau misalnya saya mengajukan pinjaman sebesar 30 juta, agar pinjaman itu bisa berkembang dan tidak memberatkan bagi usaha saya?

  2. Bagaimanakah cara yang sederhana agar antara uang usaha dan uang keperluan pribadi tidak bercampur?

  3. Berapa tingkat bunga yang aman bagi pengembangan usaha?

Demikian pertanyaan saya, atas jawabnya saya menyampaikan terima kasih

Hormat Saya
Yanto


Jawaban:

Pak Yanto, luar biasa sekali bisnis yang Anda jalankan sekarang ternyata sudah berbuah kesuksesan. Dari modal yang hanya Rp 8 juta, hanya dalam waktu 2 bulan saja sudah mulai menghasilkan keuntungan. Bahkan sekarang modal berupa uang tunai saja sudah berkembang menjadi Rp 13,5 juta. Saya harapa bisnis Anda bisa terus berkembang di masa depan.

Sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman ke bank, saya sangat sarankan agar Anda membuat rencana pemanfaatan dana tersebut. Dari pinjaman Rp 30 juta tersebut akan dipakai untuk apa saja. Lalu bagaimana pengaruhnya terhadap penjualan Anda. Misalnya, Rp 20 juta akan digunakan untuk menambah inventory HP second agar pembeli makin banyak pilihan, dan sisanya Rp 10 juta untuk menambah inventory voucher agar bisa membeli dengan harga grosir.

Dari situ tentunya Anda juga akan memiliki perkiraan penjualan. Dengan bertambahnya HP second yang dipajang, diharapkan penjualan HP naik 2 kali lipat misalnya. Dan dengan dana yang memadai Anda berharap bisa menjual voucher 3 kali lipat daripada biasanya. Dengan perhitungan ini Anda akan bisa menghitung sendiri berapa kira-kira kenaikan omzet dan laba usaha Anda jika mendapatkan pinjaman modal Rp 30 juta. Namun jika rencana ini tidak ada, sebaiknya urungkan saja niat meminjam modal. Karena modalnya menjadi sia-sia dan usaha Anda hanya akan terbebani dengan biaya margin/bunga yang harus dibayar ke bank.

Dengan membuat perhitungan seperti di atas, Anda juga bisa mengitung sendiri seberapa besar cicilan yang sanggup dibayarkan sehingga bisa menentukan berapa lama seharusnya pinjaman ini bisa dilunasi. Sedangkan untuk rate margin atau suku bunga, biasanya kita sebagai konsumen sudah tidak bisa memilih lagi, tinggal menerima saja kebijakan dari bank. Dan karena rencana pinjaman Anda hanya Rp 30 juta, saya sarankan tidak ke bank pak Yanto, sebaiknya ke BPR atau BPRS saja yang memang khusus untuk pengusaha kecil.

Untuk memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha, simpel saja pak. Tetapkan saja sistem yang disepakati bersama dengan partner Anda. Sehingga Anda berdua tidak bisa seenaknya sendiri mengambil keuntungan kapanpun dan berapapun, tapi harus ikut aturan yang disepakati bersama. Misalnya, setiap bulan mendapatkan gaji tetap, atau prosentasi dari omzet, dan setiap tahun tutup buku dan bagi keuntungan. Tentunya tidak semuanya diambil karena usaha Anda tetap harus berputar terus.

Demikian pak Yanto, sukses untuk usaha Anda....

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan