MENGELOLA WARISAN ORANG TUA
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Maret 2006

Assalamu'alaikum Mas Gozali,

Saat ini kami memiliki dana sekitar Rp 10 juta, hasil dari deposito orangtua yang menjadi warisan kami. Kami sadar, jika tidak dimanfaatkan maka uang tersebut akan habis begitu saja. Yang menjadi persoalan adalah suami saya inginnya menggunakan uang itu untuk membesarkan usaha retail bahan pangannya (toko kelontong) yang memang saat ini sedang maju-majunya. Sedangkan saya ingin menggunakan uang itu untuk membeli tanah dan emas sebagai investasi bagi masa depan anak kami kelak. Kami berdua ingin saran, apa yang sebaiknya kami lakukan dengan uang tersebut? Apakah digunakan untuk memperbesar usaha atau membeli tanah dan emas? Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih

Ummi- Semarang


Jawaban:

Wa'alaikum salam,
Sekarang Anda memiliki dua pilihan dalam menggunakan uang warisan senilai Rp 10 juta tersebut. Mari kita lihat masing-masing alternatifnya:

Modal usaha toko
Toko suami Anda yang sedang maju membutuhkan tambahan modal agar makin berkembang. Dalam usaha ini, arus kas memang memegang peranan yang penting, namun bukan cuma faktor satu-satunya dalam mengembangkan usaha. Jangan salah, penambahan modal tidak selalu bisa meningkatkan keuntungan. Untuk itu, perlu dibuat perhitungan dan perencanaan yang matang sebelum memutuskan hal ini. Kenapa tidak dibuat saja rencana penggunaan uang tersebut dan keuntungannya. Misalnya, akan dibelikan barang apa saja dan berapa kira-kira keuntungannya, lalu dalam waktu berapa lama keuntungan itu akan didapat.

Investasi tanah dan emas
Tanah atau properti lainnya serta emas memang bisa menjadi alternatif yang baik dalam investasi jangka panjang. Apalagi jika Anda belum memiliki Dana Pendidikan untuk Anda kelak. Namun Anda harus benar-benar mempertimbangkan lokasi propertinya dengan baik, pilihlah properti yang lokasinya memiliki potensi untuk berkembang. Untuk itu, jangan terburu-buru memilih lokasi. Pertimbangkan dengan baik lokasi mana yang kira-kira memiliki potensi tinggi untuk dijual maupun disewakan.

Dan sebagai alat investasi, pastikan Anda membeli emas lantakan dalam bentuk koin atau batangan, bukan emas perhiasan. Karena emas lantakan ini memiliki nilai investasi yang lebih baik daripada emas perhiasan yang bentuknya bisa usang di masa depan.

Alternatif pertama tadi bisa dijalankan dalam jangka pendek, usaha retail biasanya memiliki perputaran uang yang sangat tinggi, modalnya bisa kembali kurang dari satu tahun. Sedangkan alternatif kedua bisa dijalankan dalam jangka panjang. Jadi, kenapa tidak dipakai saja kedua alernatif tersebut. Anggap saja uang Rp 10 juta sebagai pinjaman dari pribadi Anda ke usaha suami dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu pengembalian ini bisa disesuaikan dengan perhitungan pada alternatif pertama tadi.

Sambil menunggu uangnya dikembalikan, Anda bisa memilih lokasi atau properti mana yang kira-kira memiliki potensi tinggi untuk berkembang di masa depan. Jika uangnya sudah dikembalikan, jalankan alternatif kedua dengan membeli emas dan atau properti untuk investasi jangka panjang. Dengan begitu, toko suami Anda akan terbantu dengan kucuran dana segar. Anda pun bisa tetap berinvestasi untuk jangka panjang.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan