MENGELOLA USAHA SEPATU WARISAN ORANG TUA
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Saya diberi mandat oleh ortu untuk mengelola usaha sepatu ortu yang sudah turun temurun. Tapi dalam perkembangannya, ada pesaing baru yang lebih kompetitif. Lokasinya hanya terpaut 3 toko dari toko ortu saya. Toko baru itu memiliki desain interior yang lebih bagus, barang yang lebih lengkap dengan model yang lebih up to date. Seiring dengan itu, ortu saya bermaksud mengajukan kredit senilai Rp500 juta dengan bunga 12.5%/ tahun, dengan rincian Rp200 juta untuk pembayaran giro berjalan (untuk pembayaran pembelian sepatu), dan Rp180 juta untuk menutup utang usaha kepada relasi ortu saya. Kemudian masih ada sisa Rp120 juta.

Saya mohon advice langkah apa yang harus saya lakukan untuk mengembangkan usaha sepatu ortu saya ini. Saya takut sekali terbelit hutang atau tidak berhasil menjalankan usaha ini. Jika masih ada data yang miss dari langkah saya di atas, mohon saya diberitahu karena saya benar-benar membutuhkan perencanaan & pengelolaan keuangan ini.

Terima kasih sekali.

Vivie --- Yogyakarta


Jawaban:

Wajar saja jika Anda takut untuk berhutang, karena Anda masih belum berpengalaman dalam mengelola usaha. Padahal, untuk sebuah usaha, wajar sekali terjadi transaksi hutang-piutang. Untuk menilai apakah aman bagi usaha Anda untuk berhutang atau tidak adalah dengan membuat proyeksi arus kas. Yaitu membuat perkiraan berapa uang masuk, dan berapa uang keluar untuk beberapa bulan kedepan. Bahkan sampai beberapa tahun kedepan setidaknya sampai hutangnya lunas.

Hutang akan menjadi baik untuk sebuah usaha, jika hutang tersebut bisa menambah skala usaha Anda. Misalnya, dengan adanya hutang Anda bisa membeli koleksi sepatu model terbaru sehingga akan meningkatkan penjualan. Atau dengan adanya hutang bisa merenovasi desain interior sehingga menarik minat pelanggan. Intinya adalah adanya peningkatan keuntungan sehingga hutang tersebut bisa terbayar kembali dan masih ada sisa keuntungan yang bisa dinikmati.

Untuk itu, perlu dicermati alokasi penggunaan hutang yang akan diambil. Kalau dilihat dari rencana penggunaan hutang yang akan diajukan, sepertinya yang akan digunakan untuk pengembangan usaha hanya sisanya saja yang Rp 120 juta. Sedangkan yang Rp 380 juta justru akan digunakan untuk menutup hutang yang lama. Dari sini bisa kita lihat bahwa usaha ini sedang berada dalam kondisi yang tidak baik. Untuk itu, bukan hanya strategi hutang saja yang perlu diperhatikan, Anda juga harus merubah strategi penjualan untuk meningkatkan laba usaha.

Walaupun sebagian besar bukan untuk pengembangan, hutang ini masih bisa dianggap baik jika bunga dari hutang ini lebih rendah daripada bunga yang harus dibayar atau denda yang harus dibayar jika terlambat dalam melunasi giro berjalan dan hutang lama kepada relasi. Atau walaupun bunganya lebih tinggi, setidaknya jangka waktunya lebih panjang sehingga cicilannya lebih kecil. Tapi jika syarat ini juga tidak terpenuhi, maka rencana hutang tersebut sebaiknya dipertimbangkan kembali.

Atau kalaupun jadi berhutang karena terpaksa mengingat hutang lama sudah akan jatuh tempo, maka yang harus Anda lakukan adalah mendayagunakan agar hutang yang Rp 120 juta tadi bisa digunakan untuk membayar hutang yang Rp 500 juta. Artinya, perlu usaha ekstra agar perputaran uang dalam usaha Anda bisa lebih cepat untuk menutupi pembayaran bunga. Entah itu dengan menambah koleksi sepatu baru, atau merubah penampilan toko, atau mungkin dengan memperbanyak promosi. Pertimbangkan hal ini dan pertimbangkan juga tingkat kompetisi dengan toko pesaing Anda.

Selamat berusaha.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan