Dikutip dari Harian Republika, Mei 2006
Ass.wr.wb
Gaga
Wa'alaikumsalam wr wb
Prioritas pertama yang sebaiknya dipilih adalah dana pendidikan anak. Karena bagaimanapun juga, pendidikan anak ini adalah kebutuhan yang sifatnya wajib, tidak bisa ditawar jumlahnya, dan tidak bisa ditunda waktunya. Maka dari bonus yang akan Anda terima di bulan Juni nanti, alokasikan untuk dana pendidikan anak sebesar Rp 1 juta. Sedangkan sisanya yang Rp 2 juta dapat kita alokasikan untuk prioritas selanjutnya.
Prioritas selanjutnya bisa kita lihat dari sisi kedaruratan, dan manfaatnya. Jika dilihat dari sisi kedaruratan, maka mengganti genteng bocor dan membuat ruang cuci mungkin seharusnya menjadi prioritas selanjutnya karena hal ini akan mencegah kerusakan yang lebih besar, yang pada akhirnya Anda juga perlu keluar uang lebih banyak jika hal ini tidak ditanggulangi. Tapi dari segi manfaat, ada baiknya juga untuk memprioritaskan kepada pembelian motor karena hal ini akan banyak menghemat pengeluaran BBM Anda. Sedangkan untuk floor garasi dan cat rumah sepertinya masih bisa ditunda karena sifatnya tidak mendesak, dan manfaatnya lebih bersifat estetika.
Saran saya pak, sisa yang Rp 2 juta bisa kita alokasikan masing-masing untuk membuat ruang cuci dan mengganti genting bocor sebesar Rp 1 juta, dan Rp 1 juta lagi untuk keperluan ganti motor. Motor lama Anda bisa dijual dan membeli motor bekas yang 4 tak dengan menambah uang sebesar Rp 1 juta. Dengan begitu, kedua tujuan ini bisa Anda capai tanpa harus mengorbankan yang lainnya.
Untuk kredit motor atau pun meminjam uang dari bank, tidak saya sarankan pak. Karena melihat arus kas Anda selama ini sepertinya cukup ketat sehingga tidak ada alokasi lagi untuk membayar cicilannya. Karena dilihat pengeluaran Anda selama ini sudah mencapai Rp 2,5 juta, maka gaji yang Anda terima sudah habis untuk keperluan bulanan. Maka dari itu saya tidak sarankan Anda untuk berhutang. Mudah-mudahan dengan adanya penghematan pengeluaran BBM, Anda bisa menyisihkan Rp 100.000 per bulan untuk tabungan rutin, pak. Keluarkan saja langsung di awal bulan dan masukkan dalam tabungan, jangan menunggu sisa karena uang akan sulit bersisa di akhir bulan. Demikian dari kami pak, mudah-mudahan bisa membantu. Jangan sungkan menghubungi kami kembali untuk berdiskusi lebih lanjut.
Wassalam.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Bapak yg baik, saya mempunyai 3 orang anak. Anak pertama sekolah di SD pengeluaran per bulan sekitar Rp 300 ribu. Anak kedua sekolah TK pengeluaran per bulan rata-rata Rp 250 ribu, dan anak ketiga, masih bayi pengeluaran per bulan sekitar Rp. 200 ribu. Sedangkan saya sendiri pengeluaran per bulan rata Rp. 300 ribu (Untuk menghemat, saya membawa bekal). Pengeluaran untuk makan per bulan sekitar Rp. 600 ribu, infaq, sodaqoh Rp 100 ribu, air, listrik, telepon per bulan sekitar Rp. 400 ribu, infaq ke pembantu Rp. 150 ribu, ke guru ngaji Rp.75 ribu, lain-lain Rp.300 ribu (keperluan tak terduga sosial). Rata-rata penghasilan saya per bulan Rp. 2,5 juta. Perkiraan pendapatan bonus tahun 2005 (diterima bulan Juni 2006) Rp. 3 juta.
Pertanyaan:
Jawaban:
Pak Gaga,
Saya memahami berbagai kebutuhan Anda saat ini sepertinya cukup banyak ya pak. Rasanya hampir semuanya itu perlu untuk dilakukan sekarang. Pendidikan anak tentunya sangat penting dan tidak boleh ditunda, renovasi rumah juga rasanya sudah waktunya dilakukan, begitu juga dengan mengganti motor karena akan menghemat pengeluaran. Tapi karena dana yang sangat terbatas, mau tidak mau kita harus menentukan prioritas mana yang perlu dihadulukan, dan mana yang bisa ditunda.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi