MENAKSIR HARGA MEMBAGI KOMISI
Oleh: Eko Endarto

 

Dikutip dari Majalah Bahana, April 2008

Pak Eko di redaksi Bahana, Saya Magda, ibu dari 2 orang anak. Profesi saya ibu rumah tangga dengan usaha salon yang baru dibuka. Saya bingung mengenai harga yang harus saya berikan ke para tamu, selama ini harga yang saya berikan mengikuti harga pasar. Saya ingin tahu bagaimana cara menentukan harganya. Modal apa saja yang harus diperhitungkan? Dalam usaha salon biasanya ada pemberian komisi. Berapa dan bagaimana caranya membagi komisi itu? Apakah komisi itu diberikan sesuai harga yang tertera atau setelah dipotong modal kita?

Magdalena-Manado

Jawaban:

Halo Bu Magda, selamat atas pembukaan salon barunya. Saya kira apa yang telah Anda lakukan dalam penentuan harga sudah betul. Memang dalam menentukan harga, enggak ada salahya kalau kita juga mengacu pada harga di sekitar kita. Apalagi kalau usaha kita masih baru. Enggak mungkin kan belum apa-apa kita sudah ngasih harga tinggi ketimbang salon-salon yang lain. Bisa-bisa salon Ibu enggak laku.

Anda bisa memasang harga tinggi kalau yakin bahwa salon yang Anda buka memiliki kelebihan dibandingkan salon di sekitarnya. Misalnya interior yang lebih bagus, alat-alat yang lebih baru, lebih bersih atau kapsternya sangat ahli. Kalau memang salon Anda punya kelebihan seperti itu, tidak salah memasang harga tinggi.

Menjawab pertanyaan, apakah harga itu harus ditentukan dari modal yang sudah ditanam di salon, jawabannya memang ya, tapi enggak harus jadi faktor utama. Saran saya, jalani dulu salon Anda dengan harga sekarang. Karena bila pelanggan Anda makin banyak, modal Anda akan cepat kembali. Meskipun waktunya enggak bisa cepat. Tapi memang itu fungsi modal. Keuntungan yang akan didapat, sedikit demi sedikit akan menutupi pengeluaran modal.

Nah, sekarang tentang komisi. Wah Bu, setahu saya sih enggak ada aturan baku tentang berapa dan bagaimana menghitung komisi yang sebaiknya Anda berikan kepada karyawan Anda. Yang biasa digunakan adalah komisi tersebut diberikan berdasarkan jumlah pelanggan. Misalnya, setiap kali ada pelanggan yang potong rambut dan membayar, misalkan Rp30.000,- berarti karyawan Anda akan mendapat komisi, misalnya Rp3.000,- Jadi, kalau dalam sehari ia melayani 3 orang berarti komisinya Rp9.000,- pada hari itu. Tentu saja, itu diluar gaji.

Salam.
Eko Endarto
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan