Dikutip dari Wanita Indonesia No. 941, 2007
Jawaban:
Bukan karena besar kecil nya penghasilan seseorang bisa menjadi kaya, tapi oleh karena seberapa besar orang tersebut mau berkorban, dalam hal ini berinvestasi, untuk masa depannya. Walaupun Anda katakan bahwa penghasilan yang diterima sedang-sedang saja, namun Anda bisa rutin menyisihkan sebesar Rp 500 ribu perbulan adalah suatu hal yang luar biasa.
Saat ini anak Anda usianya 9 tahun. Berarti Anda memiliki waktu 9 tahun lagi untuk mempersiapkan dana pendidikan kelak masuk Perguruan Tinggi. Untuk tahu cukup atau tidaknya tergantung dari 2 hal, yaitu pilihan universitas dan jurusan yang diinginkan dan juga pilihan investasinya. Sekarang saya akan kasih ilustrasi sederhana saja. Katakanlah Anda memilih Universitas swasta di Jakarta yang saat ini biaya kuliahnya yang terdiri dari uang masuk dan juga biaya semesteran hingga lulus sebesar Rp 50 juta. Dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan pertahunnya 10 persen, maka besarnya biaya yang perlu dipersiapkan ketika anak Anda masuk kuliah 9 tahun yang akan datang kurang lebih sekitar Rp 120 jutaan atau sekitar 2,5 kali nya dari biaya pendidikan sekarang.
Sekarang kita hitung untuk investasinya. Anda sekarang sudah mengetahui besarnya dana yang harus disiapkan adalah sebesar kurang lebih Rp. 120 juta dalam jangka waktu 9 tahun kedepan. Dengan jangka waktu yang masuk dalam jangka menengah panjang ini, cukup banyak pilihan investasinya. Salah satunya adalah dengan menggunakan sarana investasi reksadana. Apa itu reksadana? Reksadana adalah sebuah sarana investasi berjamaah dimana dana tersebut akan dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi kedalam berbagai bentuk instrumen investasi antara lain saham, deposito, obligasi dan valuta asing. Dengan reksadana ini diharapkan hasil investasi yang diperoleh lebih optimal daripada kita hanya mengandalkan bunga/bagi hasil dari bank. Reksadana pun banyak jenisnya, salah satunya adalah reksadana berjenis campuran.
Dengan asumsi hasil investasi sebesar 20-25 persen yang diberikan apabila Anda berinvestasi di reksadana campuran dan besaran dana yang dapat disisihkan sebesar Rp 500 ribu setiap bulannya, maka besar kemungkinan ketersediaan dana untuk pendidikan anak Anda untuk masuk perguruan tinggi dapat terpenuhi. Beda misalnya apabila Anda hanya investasikan ke dalam bentuk deposito atau mungkin tabungan saja. Karena pihak perbankan hanya dapat memberikan hasil investasi kurang lebih sebesar 6-7 persen saja, belum lagi dipotong pajak 20 persen. Dengan besaran investasi tersebut, sangat bisa dipastikan Anda tidak dapat memenuhi nilai dana yang dibutuhkan pada saat masuk kuliah nanti.
Saya simpulkan, untuk mengetahui cukup tidaknya investasi yang Anda lakukan ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan. Pertama, buatlah perhitungan besaran dana yang diperlukan untuk masuk sekolah pada saat ini. Untuk mengetahui berapa nilainya dimasa datang, cara mudahnya adalah dengan asumsi kenaikan biaya sekolah 10 persen, maka setiap 7 tahun mengalami kenaikan sebesar 2 kalinya dari nilai sekarang. Kedua, pilihlah produk investasi yang sesuai yang dapat memberikan hasil sesuai dengan profil risiko yang dimiliki. Dan terakhir, lakukan evaluasi setiap tahunnya dengan memantau berapa besarnya dana yang sudah terkumpul dan sesuaikan dengan biaya sekolah pada saat itu.
Demikian, apabila masih ada yang ingin didiskusikan mengenai perencanaan keuangan untuk pendidikan anak silahkan untuk menghubungi kami secara langsung.
Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi