MENABUNG YANG BENAR
Oleh: Eko Endarto
Dikutip dari Majalah Bahana, Oktober 2008
Shalom Pak Eko,
Saya karyawan perusahaan minyak di Kalimantan Timur. Tiap 2 minggu sekali saya
mendapat libur dan biasa menghabiskannya di Surabaya. Masalahnya Pak Eko, pada
saat liburan itu, hampir semua pendapatan saya habis digunakan untuk penge¬luaran,
mulai dari memberi keluarga sampai dengan belanja. Akibatnya saya yang telah
7 tahun bekerja tidak memi¬liki tabungan. Bagaimana caranya agar saya bisa
menabung?
(Simon – Kaltim)
Jawaban:
Simon, Anda harus bersyukur karena diberi kesempatan oleh Tuhan mendapatkan penghasilan yang cukup dengan bekerja di perusahaan minyak. Saya yakin penghasilan Anda bisa dikatakan lebih dari cukup. Masalah yang Anda hadapi mungkin juga dihadapi banyak orang saat ini, yaitu tidak bisa menabung. Dan, saya bersyukur Anda sadar serta ingin berubah.
Banyak orang yang saat bekerja dan berada di puncak, lupa dan tidak menyadari pentingnya menabung. Akibatnya, saat tidak lagi bekerja, mereka tidak memiliki simpanan sehingga hidupnya lebih sulit dibandingkan saat bekerja. Saran saya, kurangi masalah yang membuat Anda boros. Anda boros karena tiap 2 minggu pulang ke Surabaya sehingga Anda lebih konsumtif daripada saat di tempat kerja Anda (Kaltim). Nah, untuk itu, cobalah memperpanjang waktu liburan Anda bukan tiap 2 minggu, tetapi tiap 4 minggu. Artinya, Anda baru pulang setelah 4 minggu bekerja. Tentunya ini diim-bangi dengan pengaturan pengeluaran yang ketat, yaitu tidak menghabiskan semua anggaran saat liburan itu. Oh ya, satu lagi yang penting, sisihkan tabungan di awal. Artinya, sebelum berangkat, sisihkan uang dengan menabung. Jangan berharap menabung setelah mendapat dana sisa dari perjalanan karena itu hampir tidak mungkin. Ingat kisah Yusuf di Mesir. Selalu ada masa senang dan masa susah. Jadi, persiapkan hal itu dengan baik.
Salam.
Eko Endarto
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi