MEMILIH INVESTASI YANG SESUAI
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Sindo, 27 April 2008
Mas Safir,
Senang bisa bertemu Anda beberapa hari yang lalu, ketika Anda memberikan seminar dikota saya, Semarang. Waktu itu saya tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanya, maka saya mengirimkan pertanyaan melalui rubrik yang Anda asuh ini. Mas gini loh, kan sekarang saya memiliki dana, memang sih tidak besar kurang lebih Rp 26 juta dan saya ingin sekali mencoba untuk investasi deh. Karena mau saya tanamkan diusaha teman, tapi saya masih ragu-ragu dengan kesungguhan dia. Nah, bisa kasih masukan gak mas, saya harus mulai investasi kemana sebagai langkah awalnya nih? Terus terang saya takut uang itu nanti akan tergerus saya gunakan. Dan saya orang yang gak suka dengan risiko yang tinggi. Kemudian perlu gak yah mas, saya punya asuransi. Saat ini sudah berkeluarga dengan 2 orang anak. Atas perhatian Anda, saya ucapkan terima kasih.
Muhammad Nuriman - Semarang
Jawaban:
Mas Nuriman,
Senang sekali saya, Anda waktu itu berkesempatan datang pada seminar saya. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda dan juga masyarakat Semarang pada umumnya. Oke mas, hal yang perlu dipahami pertama adalah bahwa investasi dapat loh dilakukan oleh siapa saja dan dengan penghasilan berapapun. Banyak orang ragu untuk memulai investasi karena merasa belum berpengalaman, takut rugi, atau tidak tahu caranya. Padahal pada kenyataannya semua itu bisa kok dipelajari dengan mudah. Keragu-raguan untuk mulai berinvestasi sehingga akhirnya hanya menyimpan dana di tempat yang tidak aman justru lebih merugikan daripada kerugian karena nilai investasi yang menurun.
Produk investasi itu banyak sekali ragamnya mas. Mulai dari yang sederhana seperti deposito, obligasi, reksadana, atau asuransi. Belum lagi saham, property, emas dan lain sebagainya. Untuk deposito di bank, saya yakin Anda sudah cukup akrab, sehingga tidak perlu lagi pembelajaran yang khusus. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memilah-milah bank mana yang kira-kira memiliki suku bunga atau bagi hasil yang paling menguntungkan.
Sedangkan untuk reksa dana dan asuransi, Anda bisa minta agar para agen menghubungi Anda dan menjelaskan mengenai produknya pada Anda. Jangan hanya dapatkan informasi dari satu agen penjual, namun minta informasi dari beberapa agen sekaligus agar mendapatkan perbandingan yang lebih objektif. Untuk dua produk ini, saya sarankan agar Anda masuk saja jika sudah mempelajari masing-masing produk dengan baik. Mulailah dari deposito di bank, lalu setelah itu Anda juga bisa kok mencoba investasi direksadana. Oia, sekarang pemerintah juga telah mengeluarkan obligasi juga untuk masyarakat loh. Coba deh tanyakan kepada pihak bank yang menjual obligasi pemerintah ini untuk informasi lebih lanjutnya.
Lalu, asuransi apa perlu sih? Asuransi diperlukan untuk Anda yang memiliki tanggungan dan/atau hutang. Jadi, kalau saja suatu saat terjadi risiko pada diri Anda sehingga penghasilan Anda yang menjadi sumber nafkah keluarga terhenti, maka pihak asuransi akan memberikan sejumlah dana pada pihak tertanggung sebagai pengganti nafkah yang terhenti tersebut. Yang harus diperhatikan dalam memiliki asuransi adalah nilai uang pertanggungan yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan nantinya. Coba minta saja keagen asuransi untuk membuat perhitungannya.
Saya rasa cukup yah mas, dan semoga jelas pencerahannya. Selamat berinvestasi.
Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi