Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Langsung ya, Pak. Pak saya ingin bertanya, bagaimana sih mekanisme untuk pembelian/ penanaman saham melalui bursa efek? Lalu apa saja trik khusus dalam menekuni bisnis ini, serta apa saja yang perlu diketahui dan siapkan sebelum terjun ke bisnis ini bagi pemula seperti saya. Terima kasih.
Riswan --- samarinda
Pak Riswan, rupanya Anda tertarik untuk berinvestasi dalam saham ya, semoga sukses pak dengan investasinya.
Untuk bisa membeli saham di bursa efek, Anda harus membuka rekening di salah satu perusahaan sekuritas yang berperan sebagai broker di lantai bursa. Anda tidak bisa membeli sendiri saham yang diinginkan melainkan harus melalui broker. Setiap kali Anda ingin membeli atau menjual saham, Anda bisa meminta broker Anda untuk melakukannya pada harga yang Anda inginkan. Jika harga yang Anda inginkan memang tersedia di bursa, maka transaksi akan dilakukan. Mekanisme harga itu sendiri ditentukan dengan mekanisme tawar-menawar yang diatur secara elektronis.
Perusahaan sekuritas, selain sebagai broker juga biasanya bisa berperan sebagai penasihat investasi. Sehingga Anda bisa meminta saran-saran pada mereka mengenai saham apa saja yang lebih baik dibeli atau dijual. Namun keputusan akhir tetap di tangan Anda, jadikan masukan dari mereka sebagai salah satu pertimbangan saja sebelum Anda mengambil keputusan. Karena resiko pengambilan keputusan sepenuhnya berada pada tangan Anda.
Sebagai pemula, sebetulnya Anda tidak harus langsung terjun ke bursa untuk belajar. Anda bisa melakukan simulasi perdagangan saham di internet dengan modal yang sangat kecil. Atau dengan membeli reksa dana saham sebagai sarana latihan menghadapi kenaikan dan penurunan nilai saham. Pengetahuan dasar yang memadai mengenai analisa fundamental dan/atau tekhnikal sangat disarankan jika Anda berinvestasi kedalam bursa saham. Hal ini bisa Anda lakukan sebelum masuk bursa dengan mengikuti kursus-kursus atau membaca buku-buku yang saat ini beredar luas di toko buku.
Yang terpenting pak, pahami semua resiko yang mungkin terjadi. Karena kerugian yang paling besar dalam investasi adalah kerugian karena tidak memahami resiko. Kepanikan karena tidak paham akan resiko bisa lebih merugikan daripada kerugian modal itu sendiri. Karena kerugian modal bisa ditanggulangi dengan investasi lebih lanjut, namun kepanikan bisa menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak matang dan kerugian non-materi.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi