BISA TETAP LIBURAN SAAT EKONOMI SULIT
Oleh: Eko Endarto
Dikutip dari Kontan, Juni 2008
Senangnya, liburan sekolah telah tiba. Bagi anak, setelah berbulan-bulan berkutat dengan berbagai PR, tugas, dan tumpukan buku, inilah saatnya bermain dan menyegarkan otak, sebelum tahun ajaran baru dimulai. Bagi orangtua, kesibukan mereka saban hari di kantor bakal mereka tebus dengan mengajak anak-anaknya liburan.
Tapi, bagaimana dengan tahun ini? Kenaikan harga pangan, BBM, dan harga-harga lainnya tentu berdampak buruk buat keluarga. Masalahnya, apakah acara liburan yang sudah lama dinanti dan dirancang itu harus dibatalkan?
Kalau bijak, liburan tetap bisa dilakukan kok. Untuk itu ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh.
Pertama, jadikan liburan sebagai kebutuhan primer. Dengan segala kesulitan saat ini, cobalah menjadikan liburan sebagai kebutuhan primer. Artinya, liburan harus masuk dalam anggaran pengeluaran rumahtangga tiap tahun.
Biasakan merancang dengan cermat dan tidak mengandalkan sekadar uang seadanya untuk liburan. Sebab, bila tidak mencukupi, jalan pintas yang dilakukan keluarga adalah mengurangi investasi lain yang lebih urgent. Atau malah merelakan utang masuk sebagai jalan keluar.
Setelah sepakat untuk memat pos khusus untuk liburan, saatnya masuk ke langkah kedua, yakni buat prioritas pengeluaran. Saatnya kita menganalisis prioritas yang harus disiapkan guna membentuk rekening liburan tersebut. Banyak orang menabung, tapi tidak pernah tahu berapa target tabungan yang ingin dicapai.
Untuk itu buatlah daftar prioritas sebelum memutuskan menabung guna keperluan liburan. Pastikan besaran tiap pos tersebut sehingga memiliki gambaran target yang hendak dicapai. Berikut beberapa pos pengeluaran berdasar urutan prioritas.
* Biaya transportasi
Pos pertama yang harus disiapkan adalah transportasi. Memang sebagan besar keluarga
pasti akan mengatakan bahwa biaya transportasi pasti telah disiapkan. Namun
pertanyaan selanjutnya, apakah persiapan tersebut sudah mencakup pergi pulang
? Sama seperti pengeluaran lainnya, tanpa adanya penyisihan di awal, percayalah
kemungkinan uang yang disiapkan menjadi habis pasti sangat besar. Pisahkan uang
transpor dengan uang lainnya, dan biarkan pihak yang berkepentingan bertanggung
jawab dengan hal tersebut. Misalnya bila ibu memegang seluruh dana liburan,biarkan
ayah atau anak tertua memegang uang transportasi agar tidak mudah terpakai.
* Biaya Akomodasi
dan makan (konsumsi)
Miliki rencana mulai dari yang paling enak sampai yang paling tidak enak. Dalam
mengeluarkan biaya, hal yang tidak enak adalah bila pengeluaran menjadi lebih
besar dari yang direncanakan. Jadi miliki rencana bila Anda tidak berhasil untuk
mendapatkan akomodasi yang direncanakan sehingga terpaksa mengeluarkan dana
lebih untuk akomodasi yang lebih mahal.Selain itu perhitungkan kombinasi tempat
makan yang akan dikunjungi. Ingat makan adalah pengeluaran yang paling fleksibel.
Besar kecilnya tergantung bagaimana kita ingin menikmatinya.
Bila memungkinkan tidak ada salahnya melakukan “booking” akomodasi
sejak jauh hari. Selain lebih murah, kita dipaksa untuk menentukan dengan bijak
berapa lama kita akan berlibur.
* Biaya tak terduga
Eh, ini bukan berarti biaya gratis yang bisa digunakan seenaknya. Biaya tak
terduga disiapkan bila terjadi hal yang tidak diinginkan saat liburan seperti
kecelakaan, anggota keluarga sakit, dan sebagainya. Dana ini juga berguna sebagai
dana awal kita untuk hidup setelah kembali ke kota asal. Sebab sering terjadi
saat keluarga pulang dari liburan, suasana itu belum berubah sehingga masih
butuh makan diluar dan sebagainya. Jadi harus diingat, kalau dana ini tidak
terpakai, harus tetap utuh sampai kembali ke rumah. Bukan tambahan belanja liburan
atau pengeluaran lainnya.Biaya tak terduga juga bisa disiapkan dengan menggunakan
proteksi asuransi jadi jangan segan untuk mengambil.
*Biaya belanja
Setelah biaya utama disiapkan, jangan lupa persiapkan biaya belanja. Ini adalah
dana yang akan Anda dan keluarga pakai untuk belanja termasuk didalamnya biaya
yang dibutuhkan untuk masuk ke lokasi wisata. Tambahkan dana sebesar 15% untuk
mempersiapkan biaya jajan. Sebab selalu terjadi saat kita belanja kita atau
anak ingin makanan dan minuman. Sebaiknya, jangan campurkan uang makan dan jajan
selama belanja ini dengan pos uang makan yang ditetapkan di atas tadi.
* Biaya Oleh-oleh
Jangan lupa pula dengan pos biaya yang satu ini. Ini adalah pengeluaran akhir
yang sebaiknya Anda siapkan. Liburan tanpa oleh-oleh sepertinya hambar. Lakukan
pengeluaran ini diakhir masa liburan. Jangan terpancing untuk mengeluarkannya
di awal. Biasanya kita ingin memberikan oleh-oleh, yakni berupa aneka cenderamata
atau makanan khas untuk teman atau kerabat terdekat. Tentu saja buah tangan
ini sifatnya tidak wajib. Jadi kalau ada biaya lain di atas tidak cukup, tentu
biaya oleh-oleh ini yang harus Anda pangkas.
Akhir kata, selamat berlibur.
Salam.
Eko Endarto
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi