Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Bapak Gozali, saya baru mulai bisnis kredit barang-barang elektronik dsb. Keuntungan yang saya ambil dari setiap barang adalah kuran glebih 40% per barang, dengan angsuran 10-12 kali. Awalnya, angsuran saya gabungkan dengan tabungan pribadi, tapi saya lantas kesulitan menghitung besar keuntungan. Ditambah lagi terkadang uang pribadi saya jadi ikut terambil untuk tambahan modal, sehingga saya kesulitan mengetahui berapa sebenarnya modal yang sudah saya keluarkan.
Akhirnya, saya buat tabungan khusus untuk usaha saya itu, dan terkadang memang dana di tabungan usaha saya belum mencukupi untuk membeli barang kreditan. Karena itu, saya mengakalinya dengan membelinya pada saat akhir bulan, ketika saya menerima cicilan angsuran. Tapi saya bingung, bagaimana menghitung keuntungan yang didapat, apalagi saya tidak tahu berapa modal yang sudah saya habiskan.
Karena itu, saya ingin bertanya:
Fitri --- Jakarta
Ibu Fitri, berikut ini jawaban saya atas pertanyaan yang Anda ajukan:
Walaupun Anda tidak mengetahui dengan persis berapa modal yang sudah Anda habiskan, saya yakin Anda mencatat dengan baik jumlah hutang dan pembayaran dari konsumen Anda. Dari sini kita bisa tahu berapa jumlah modal yang sudah dikeluarkan dan berapa keuntungan yang sudah diperoleh. Dengan rata-rata keuntungan 40% dari harga jual, maka dari total pembayaran yang sudah diterima dari konsumen selama satu periode 40% adalah keuntungan dan 60%-nya adalah modal yang terus bergulir.
Misalnya, dalam 1 bulan Anda berhasil menagih uang sebesar Rp 10 juta dari konsumen. Artinya keuntungan yang Anda peroleh bulan ini adalah sebesar Rp 4 juta.
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Terima kasih atas bantuan Bapak.
Jawaban:
Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi