Dikutip dari Harian Republika, Juli 2006
Saat ini saya dan suami berencana membeli sebuah rumah di kawasan Sawangan, Depok. Yang jadi masalah adalah tabungan kami belum cukup untuk membayar uang mukanya. Uang yang ada hanya cukup untuk membayar biaya KPR dan BPHTB.
Rumah yang ingin kami beli seharga Rp 121 juta untuk tipe 36/84. Marketing pengembang menyarankan kami untuk menggunakan KPR Bank Bumiputera yang dapat menutup biaya uang muka. Cicilan per bulannya sebesar Rp 2 juta selama 15 tahun. Sementara, pendapatan kami per bulan (joint income) sebesar Rp 5.250.000.
Yang ingin saya tanyakan:
Saya tunggu jawabannya. Terimakasih.
Ibu Ardina, senang sekali mendapat pertanyaan dari Anda. Mudah-mudahan kami bisa memberikan pertimbangan yang memadai bagi Anda dan suami dalam mengambil keputusan keuangan ini.
Membeli rumah memang hal yang susah-sudah mudah. Bisa dibilang susah, karena prosesnya yang begitu panjang tidak seperti membeli barang-barang biasa yang tinggal tunjuk dan bayar. Ada banyak sekali pertimbangan dalam membeli rumah, seperti ukuran, model rumah, lokasi, dan tentunya harga. Sedangkan mudahnya adalah, ada banyak sekali pilihan kredit untuk bisa memiliki rumah dengan dana terbatas. Jika Anda memang sudah merasa sangat cocok dengan lokasi dan rumah yang Anda incar, tidak ada salahnya membelinya sekarang dengan KPR 100% seperti yang disarankan oleh pihak pengembang. Karena, jika ditunda, bukan hanya risiko harga yang kemungkinan naik. Tapi, masalahnya adalah, Anda tidak bisa membeli di lokasi yang sama mengingat rumah adalah barang spesifik sehingga Anda harus memilih rumah lain jika keburu dibeli oleh orang lain.
KPR 100% memang memberikan kemudahan karena Anda akan memiliki plafond yang cukup besar untuk bisa membeli rumah tanpa harus menyediakan uang muka yang cukup besar. Namun, tentunya Anda juga harus berhati-hati menilai kemampuan bayar Anda terhadap KPR ini. Jangan sampai karena plafond-nya besar justru membuat Anda kesulitan untuk membayar cicilannya.
Dengan cicilan Rp 2 juta dan joint income sebesar Rp 5,25 juta, sebetulnya kondisi Anda bisa dikatakan memenuhi syarat perbankan walaupun cukup mepet. Untuk itu, kami sarankan agar Anda melakukan evaluasi terhadap cash flow yang dimiliki sekarang. Apakah cash flow Anda akan terganggu dengan adanya pembayaran cicilan ini atau tidak. Hal ini perlu dipikirkan masak-masak, karena jangka waktu yang diambil cukup panjang yaitu selama 15 tahun.
Sedangkan biasanya, ketika pindah rumah, dibutuhkan juga biaya yang cukup besar untuk biaya pindahan dan mengisi rumah tersebut. Jika Anda sebelumnya masih tinggal dengan orang tua, maka hal ini akan cukup besar memakan biaya. Namun, jika sudah tinggal terpisah, mungkin biaya pindah rumah tidak akan terlalu besar.
Selain itu, pertimbangkan juga rencana Anda berdua untuk memiliki buah hati. Karena, biasanya penghasilan akan cukup terganggu jika Anda terpaksa berhenti kerja. Dan tentunya biaya hidup akan naik cukup signifikan ketika sudah memiliki buah hati. Demikian dari kami, jangan sungkan menghubungi kami kembali untuk berdiskusi lebih lanjut.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Ardina Kartika
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi