INGIN KEMBANGKAN USAHA
Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari Wanita Indonesia No 953, 2008
Ingin Kembangkan Usaha
Mas Gozali, saya seorang ibu rumah tangga, usia 39 tahun. Saya memiliki usaha kue kering yang saya pasarkan di beberapa pasar swalayan di Jambi. Saya mendapat penghasilan kurang lebih Rp 4 juta setiap bulan. Yang ingin saya tanyakan, dari penghasilan yang saya dapat, saya ingin menyisakannya untuk mengembangkan usaha saya dengan membuat produk lain, seperti bisnis cokelat. Sebaiknya, berapa uang yang harus saya sisihkan untuk mengembangkan bisnis cokelat tersebut? Dan berapa uang yang bisa saya tabung? Terima kasih sebelumnya.
Ratna Rahmaina
Komp. Villa Kenali Permai
Blok E/ 39 Kec. Kota Baru, Jambi
Jawaban:
Ibu Ratna, salut untuk Anda yang telah sukses menjalankan usaha kue kering, mudah-mudahan keinginan Anda untuk mengembangkan bisnis juga bisa sukses tercapai.
Tidak ada patokan yang pasti bagaimana mengatur usang usaha mengingat hal ini tergantung sekali pada kebutuhan usaha yang Anda perlukan. Namun sebagai panduan saja, dari penghasilan kotor Anda, hitung terlebih dahulu berapa penghasilan bersih dan berapa berupa modal.
Sebagai contoh, misalnya dari Rp 4 juta penghasilan kotor. Modalnya sendiri adalah sebesar Rp 2,5 juta, dan keuntungan adalah sebesar Rp 1,5 juta. Modal tersebut terus diputar lagi untuk memproduksi kue kering. Sedangkan dari keuntungannya, Anda bisa ambil Rp 0,5 juta dan masukkan ke dalam tabungan pribadi Anda. Sedangkan yang Rp 1 juta lagi bisa digunakan sebagai tambahan modal usaha yang sudah ada, atau disimpan sebagai modal untuk usaha baru nantinya.
Agar tidak repot, Anda bisa buka rekening Tabungan atau Giro untuk uang keluar masuk usaha. Dan buat lagi 2 rekening Tabungan Rancana di bank yang sama, 1 untuk tabungan pribadi, dan 1 lagi untuk tabungan modal usaha berikutnya. Dengan menggunakan Tabungan Rencana, transfernya dilakukan otomatis sehingga lebih praktis. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan manfaat tambahan seperti asuransi yang tentunya diperlukan.
Satu hal yang perlu ditegaskan adalah pisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Kalaupun nantinya usaha Anda perlu modal besar karena mendapatkan pesanan besar misalnya, usaha Anda bisa “pinjam” ke tabungan pribadi, dan tetap dibayar kembali agar usahanya tetap sehat. Begitu juga kalau Anda pribadi perlu, boleh “pinjam” ke usaha dan harus dibayar kembali. Dengan cara ini, usaha Anda akan berkembang lebih baik tanpa digerogoti oleh keperluan pribadi.
Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi