Dikutip dari Majalah Bahana
Shalom Bung,Saya perempuan, single dan baru saja masuk di dunia kerja. Terus terang saya cukup senang menjalani dunia yang baru ini. Tapi saya merasa hidup saya menjadi lebih boros dibanding sebelumnya. Dulu saya dikasih orangtua saya tiap bulan hanya setengah dari gaji saya saat ini dan itu cukup. Tapi, kenapa saat ini menjadi kurang?
Debbi, Surabaya
Yang terkasih Debbi, Selamat untuk keberhasilannya memasuki dunia baru, yaitu dunia kerja dimana Anda tidak lagi tergantung dengan dana dari orangtua. Memang kalau dihitung secara matematika, seharusnya Anda tidak kekurangan uang karena penghasilan Anda sudah mencapai dua kali dari penghasilan sebelumnya. Tapi kenapa malah kurang?
Begini Debbi, keuangan pribadi atau keluarga tidak 100% sama dengan matematika. Sebab matematika hanya persoalan angka sedangkan keuangan keluarga dan pribadi ada unsur emosinya. Walaupun secara perhitungan sudah tepat, kalau hitungan itu ditambah faktor emosi, bisa saja menjadi kurang. Ini mungkin karena potensi pengeluaran yang selalu lebih besar daripada potensi pemasukan kita.
Coba hitung, berapa banyak pos pengeluaran Debbi tiap bulan. Pasti banyak! Hitung juga berapa pos pemasukannya. Mungkin hanya dari gaji saja. Jadi, memang tidak imbang. Saran saya untuk Debbi, buatlah prioritas pengeluaran dari uang gaji. Mulailah dari menyiapkan untuk Tuhan, membayar cicilan utang bila ada, tabungan atau investasi, baru sisanya digunakan untuk kebutuhan harian. Satu lagi yang penting, cukupkanlah dengan apa yang ada. Ingat, Tuhan mengajar, bukan untuk menjadi kurang sehingga kita akan meninggalkan Dia, atau menjadi lebih sehingga kita cenderung menguasai Dia. Tapi, Tuhan mau kita hidup secukupnya.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Jawaban:
Eko Endarto
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi