JIKA SUDAH SENDIRI DAN UANG SAKU SUAMI
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Wanita Indonesia No. 939, 2007

 

Mas Gozali,

Alhamdulillah sejauh ini hubungan saya dengan suami baik-baik saja, tapi berhubung saya hanya ibu rumah tangga yang hanya mengandalkan pendapatan suami, saya takut bagaimana nantinya jika sudah sendiri. Apalagi saya punya dua anak (SD dan SMP). Karena itu, saya ingin mempersiapkan diri terlebih dahulu, tapi tidak tahu bagaimana cara memulainya. Apa saja yang harus saya lakukan?

Selain itu saya juga ingin bertanya, sebenarnya berapa bagian dari pendapatan suami yang seharusnya diserahkan kepada saya? Selama ini suami selalu memberikan seluruh pendapatannya kepada saya, baru kemudian saya memberikan uang harian untuknya.

Atas saran dari mas Gozali, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

NN. 08164073XXXX


Jawaban:

Senang mendapatkan email dari Anda dan semoga keadaan Anda disana bersama keluarga sehat selalu.

 

Kadang-kadang, memang harusnya perempuan lah yang punya tabungan atau investasi lebih banyak daripada laki-laki. Karena seperti kondisi yang Anda alami sekarang dimana tidak memiliki penghasilan sama sekali kecuali pemberian dari suami. Coba bayangkan, maaf, apabila satu-satunya sumber penghasilan untuk menghidupi keluarga itu sudah tidak ada lagi, dari mana lagi kebutuhan hidup Anda dan anak-anak akan terpenuhi kalau tidak memiliki tabungan atau investasi.

 

Apa yang harus Anda lakukan? Yang pertama saran saya, buatlah dana cadangan untuk mempersiapkan apabila sumber penghasilan terhenti sementara, misalnya karena suami terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Besarnya dana cadangan yang bisa Anda buat adalah 4-6 kali dari pengeluaran bulanan keluarga. Jadi katakanlah kalau pengeluaran tiap bulanan sebesar 3 juta, maka buatlah dana cadangan sebesar 12-18 juta dan disimpan dalam bentuk deposito dengan jangka waktu bulanan.

 

Kemudian, Anda juga bisa melakukan investasi. Kebanyakan hobi perempuan adalah dengan berinvestasi pada emas atau tanah. Tapi ingat, kalo mo investasi emas pake emas batangan ya, bukan emas perhiasan. Nilai emas ini dari tahun ke tahun dapat mengimbangi besaran kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang setiap tahun meningkat. Pilihan investasi lainnya adalah dengan membuka usaha atau bisnis. Usaha yang dilakukan bisa dimulai dari sesuatu yang Anda sukai atau dengan mengembangkan hobi yang dimiliki. Misalnya Anda suka memasak dan keluarga atau teman-teman arisan bilang masakannya enak,  maka dengan mengandalkan kemampuan ini Anda bisa membuka usaha catering. Usaha lainnya namun membutuhkan dana yang cukup besar, misalnya dengan membuka bisnis kos-kosan atau rumah petak. 

 

 

Mengenai uang dari suami, sebenarnya tidak ada patokan pasti berapa banyak bagian yang seharusnya Anda terima dari penghasilan suami. Tapi hal tersebut dapat Anda rundingkan antara Anda dan suami. Sehingga dengan adanya komunikasi minimal suami mengetahui apa-apa saja yang sedang dan akan Anda lakukan terkait dengan pengelolaan keuangan keluarga.

 

Demikian, semoga bermanfaat dan apabila masih ada yang ingin diutarakan janganlah sungkan-sungkan untuk menghubungi kami dikantor.

 

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan