ISTRI SAYA HAMIL
Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari Wanita Indonesia No 956, 2008
Mas Gozali,
Minggu lalu, saya baru tahu kalau istri saya hamil. Alhamdulillah saya senang mendengarnya, tapi sekarang saya bingung.
Selama ini, baik saya maupun istri sama-sama bekerja. Gaji saya sekitar 2 juta, sedangkan istri saya 1,6 juta. Kami mengontrak rumah petak di Bekasi, selama ini sudah bisa mengumpulkan tabungan sekitar 10 juta, rencananya untuk DP rumah.
Berhubung istri hamil, berarti beberapa bulan lagi uang tabungan itu akan terpakai untuk melahirkan. Selain itu, istri saya harus berhenti kerja untuk mengurus anak. Berarti nanti pendapatan kami berkurang, padahal kami ingin membeli rumah. Mohon sarannya mas. Terima kasih.
AP@email
Jawaban:
Mas AP, sebelumnya saya ucapkan selamat atas kehamilan istri Anda. Tentu saja ini adalah hal yang sangat membahagiakan bagi Anda berdua. Semoga Anda berdua diberkahi dengan anak yang berbakti pada orang tuanya. Perasaan khawatir akan masa depan keuangan memang sesuatu hal yang wajar, namun jangan sampai hal ini merusak kebahagiaan Anda berdua. Justru jadikan hal ini sebagai motivasi untuk lebih baik lagi dalam mengelola keuangan.
Jika Anda berencana untuk membeli rumah secara KPR, sebaiknya memang dilakukan sebelum istri Anda melahirkan. Pertama, alasannya adalah karena akan lebih mudah mendapatkan persetujuan dari bank jika Anda berdua sama-sama bekerja. Karena dalam perhitungan bank, penghasilan Anda akan lebih besar karena digabungkan. Alasan kedua, tentunya akan lebih baik jika ketika melahirkan nanti, sudah ada rumah sendiri yang lebih layak huni bagi anak-anak. Namun satu hal yang perlu Anda perhatikan agar tidak mengambil cicilan yang terlalu besar mengingat ada kemungkinan istri Anda sudah tidak lagi bekerja. Cicilan yang diambil sebaiknya tidak lebih dari Rp 700.000 per bulan.
Mengenai penghasilan yang menurun, sebaiknya Anda berdua dari sekarang sudah menghitung kembali berapa sih sebetulnya pengeluaran yang diperlukan per bulannya. Tentunya dengan standar penghasilan Anda saja yang bekerja. Dengan adanya anak, biasanya sebuah keluarga akan lebih bijaksana dalam mengelola keuangan karena mendapatkan prioritas baru, yaitu masa depan pendidikan anak. Walhasil, kebiasaan boros, jajan di luar dan sebagainya akan otomatis berkurang. Bukan hanya dari sisi pengeluaran, dari sisi penghasilan pun biasanya akan ada peningkatan. Mudah-mudahan kehadiran anak ini dapat memotivasi Anda untuk bekerja lebih baik lagi sehingga penghasilan Anda pun bisa bertambah juga.
Tidak perlu menyesal kalaupun istri Anda nantinya berhenti kerja setelah melahirkan, apalagi di usia anak menyusui. Karena secara keuangan, bisa jadi malah akan lebih boros jika istri Anda tetap bekerja. Selain ada pengeluaran untuk transport dan makan siang di luar, masih ditambah lagi dengan gaji pembantu atau babby sitter yang menjaga anak di rumah. Belum lagi dengan susu dan makanan pengganti ASI. Kalau dihitung, biaya itu semua bisa jadi akan lebih besar daripada gaji istri Anda jika tetap bekerja.
Selamat sekali lagi untuk Anda berdua, jangan khawatir, jadikan ini sebagai semangat untuk lebih baik lagi.
Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi