INVESTASI UNTUK MENIKAH
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Wanita Indonesia No 944, 2008

Ass.Wr.Wb Mas Gozali,

Saya mempunyai dana 30 juta yang tidak terpakai, apa yang harus saya lakukan untuk 2 tahun ke depan? Apakah saya sebaiknya menginvestasi-kan uang itu untuk menambah uang saya atau mungkin ada cara yang lain, karena saya berencana menikah 2 tahun lagi sekaligus membeli mobil (paling tidak DP-nya)? Saya minta sarannya ya. Terima kasih.

Jawaban:

Saya menganggap bahwa dana 30 juta tersebut benar-benar tidak terpakai sehingga akan lebih leluasa untuk mengoptimalkan penggunaannya. Kenapa saya katakan seperti ini, karena biasanya banyak dari kita sepertinya memang memiliki uang berlebih namun ada hal yang dilupakan yaitu membentuk dana cadangan. Dana ini perlu dibentuk dalam perencanaan keuangan keluarga dengan tujuan sebagai dana darurat yang akan dipakai hanya bila terjadi hal-hal yang diluar dugaan seperti biaya berobat dan juga untuk mengantisipasi apabila sumber penghasilan terhenti. Besarnya dana cadangan ini idealnya sih 3-6 bulan pengeluaran bulanan bagi mereka yang mendapatkan penghasilan sebagai karyawan.

Tujuan keuangan Anda dua tahun kedepan adalah untuk menambah dana yang akan dipergunakan untuk persiapan menikah dan juga untuk uang muka pembelian mobil. Nah, sekarang sebaiknya Anda tentukan terlebih dahulu besaran jumlah dana yang ingin dicapai untuk kedua tujuan tersebut, sehingga akan lebih dapat terukur lagi nilai dana yang akan dicapai. Untuk sarana investasi yang dapat di pergunakan adalah emas, reksadana dan unitlinked.

Jika Anda belum memiliki Reksadana, saya sarankan agar Anda bisa mempelajari produk investasi yang satu ini. Pada reksadana ini, tingkat pengembalian yang anda akan peroleh biasanya sih lebih tinggi nilainya dari pada tabungan dan deposito. Tapi ingat, reksadana tidak memberikan bunga seperti bank, melainkan kenaikan harga. Dan tidak ada jangka waktu seperti deposito. Reksadana ini mirip seperti beli emas atau tanah, Anda beli lalu dijual kembali ketika harganya tinggi. Jadi keuntungannya adalah berupa kenaikan harga, bukan bunga bulanan.

Emas juga bisa jadi salah satu alternatif investasi lho. Tapi bukan dalam bentuk perhiasan, tapi dalam bentuk batangan atau koin. Emas terkenal baik untuk investasi karena kebal terhadap inflasi, artinya kalau inflasi tinggi emas bisa naik tinggi juga. Tidak usah pusing dengan cara menyimpannya, karena Anda bisa save deposit box di bank dengan hanya beberapa ratus ribu rupiah saja setahunnya. Dalam beberapa tahun terakhir emas naik cukup tinggi sampai dengan 30% per tahun. Tentunya harga emas berfluktuasi dan tidak ada jaminan akan selalu naik.

Bagaimana dengan asuransi atau unit-link yang sekarang banyak ditawarkan? Sebagai seorang bujangan, memang Anda tidak terlalu membutuhkan asuransi jiwa, namun kalau Anda belum memiliki asuransi sama sekali, termasuk asuransi jiwa dan kesehatan. Tidak ada salahnya Anda miliki unit link. Karena dengan satu produk ini, Anda bisa mendapatkan asuransi jiwa, asuransi kesehatan, plus investasi sekaligus. Premi yang Anda bayarkan dibagi dua, yaitu sebagian untuk asuransi, dan sebagian untuk investasi. Nah, premi yang untuk investasi ini dikelola didalam reksadana juga. Jadi sebetulnya Anda investasi reksadana dengan melalui asuransi sehingga lebih mudah.

Sekarang, yang mana yang sebaiknya Anda pilih? Saran saya mas, Anda miliki semua. Sebar uang Anda dalam ketiga produk tadi agar bisa menekan resiko. Coba Anda beli emas saja sebanyak kira-kira Rp 10 juta, emas ini nanti bisa dijual atau dijadikan sebagai mahar ketika menikah. Rp 20 juta bisa Anda masukkan kedalam reksadana. Saran saya sih, masukan saja reksadana campuran. Reksadana ini bisa Anda jual kembali untuk biaya pernikahan atau DP mobil.

Lalu Anda ambil juga unit link, tapi dananya bukan diambil dari yang Rp 30 juta, melainkan Anda bayar premi setiap bulan dari surplus gaji Anda. Ingat, Anda bukan Cuma perlu investasi sekaligus, tapi perlu juga investasi yang rutin agar bisa mengelola keuangan dengan baik. Besaran preminya bisa disesuaikan dengan penghasilan Anda, saran saya sih bisa 10% - 20% dari penghasilan Anda.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan