INVESTASI PADA SAAT INI
Oleh: Eko Endarto

Dikutip dari Majalah Bahana

Syalom Pak Eko,

Saya David (42Thn), karyawan sebuah BUMN di Medan, saya saat ini memiliki investasi dibeberapa bank. Saat ini saya merasa bahwa tingkat keuntungan investasi di bank tidak menarik, bagaimana sebaiknya apakah saya cairkan saja deposito saya? atau bagaimana ?

Terima kasih untuk jawabannya

GBU

David


Jawaban:

Syalom Pak David,

Senang bisa mengenal Anda melalui media ini. Semoga melalui media ini pertanyaan dan kegusaran Anda tentang keuangan cukup dapat terjawab dan teratasi ya Pak. Memang sih Pak David, disaat seperti ini kita mungkin merasa bahwa investasi kita diperbankan khususnya deposito sudah tidak bisa lagi dijadikan sebagai pendapatan ya Pak, apalagi kalau pokok yang kita depositokan itu kecil, maka bunganya habis termakan oleh inflasi dan naiknya harga-harga.

Sebelum saya menyarankan Anda mengambil tindakan apapun, mungkin saya akan memberikan gambaran bahwa sampai saat ini deposito adalah investasi yang tingkat keamanannya paling tinggi dibandingkan dengan investasi di instrument keuangan lain. Jadi tentunya sebelum Anda mencairkan deposito Anda, perlu diketahui dulu bahwa kalau Anda ingin berinvestasi ke luar deposito berarti harus siap dengan risiko yang mengikuti investasi tersebut. Kalau Anda mau, Anda bisa investasi di Reksadana, Emas, Property atau investasi lain yang memiliki risiko jauh lebih tinggi lagi seperti saham, bursa berjangka dan index. Nah tentunya investasi tersebut memiliki tingkat keuntungan yang lebih bahkan jauh di atas bunga deposito. Nah Apa Anda siap Pak David? Kalau berani ya boleh dicoba.

Tapi saran saya sih jangan. Kalau Anda mau meningkatkan pendapatan Anda dari investasi, kenapa tidak melakukan diversivikasi atau melakukan pencampuran investasi untuk mengurangi risiko. Ya, Anda tidak usah mencairkan seluruh deposito Anda, tapi mungkin hanya setengahnya saja dan investasikan ke produk yang lebih menjanjikan tingkat keuntungan yang lebih tinggi misalnya ke Reksadana, Unitlink, emas, valas dan sebagainya. Ini dimaksudkan agar seandainya terjadi kerugian atas investasi Anda di produk investasi selain deposito, Anda tidak habis total alias bangkrut. Jadi kalau reksadana Anda jatuh, emas harganya turun, valas juga begitu, Anda tidak akan kebingungan toh masih punya deposito sebagai cadangan. Nah ini dinamakan dengan diversifikasi. Eh ngomong-ngomong di Alkitab juga dijelaskan lo tentang diversifikasi ini coba deh baca di Pengkhotbah 11:2.

Nah Pak David, itu dulu dari saya, pertimbangkan dengan seksama segala keputusan Anda.

Salam,
Eko Endarto
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan